12814126_1043409739056338_921989269910237346_nKabarportal – Singaraja memang tidak akan pernah habis untuk kita bahas, baik dari tempat wisatanya, budayanya dan kulinernya. Kabupaten yang terletak di bagian utara pulau Bali ini, ternyata memiliki cukup banyak tradisi yang sudah ada sejak dahulu, salah satu tradisi yang masih lestari hingga sekarang namun cukup jarang diketahui masyarakat umum adalah tradisi nyakan diwang, dimana tradisi yang ada sehari setelah upacara penyepian ini merupakan salah satu perwujudan dari konsep Tri Hita Karana (10/3).

Made Suzanna salah satu warga yang setempat mengatakan, “ini tradisi sudah sejak dahulu, seingat saya, saat saya masih kecil pun ini sudah ada jadi memang kapan persisnya tradisini ini dimulai sampai saat ini belum ada yang mengetahuinya’’.

Tradisi yang hanya ada di kecamatan Banjar kabupaten Buleleng ini, merupakan salah satu wujud dari konsep Tri Hitakarana, yakni Hubungan antara sesame manusia.

“jadi ini sebenarnya bentuk visual dari konsep Tri Hitakarana, yakni hubungan antara sesama manusia dan dengan adanya tradisi nyakan diwang ini, tentunya interaksi aka nada dan tetap terjalin”, Ujar Suzanna yang juga mantan kepala dusun ini.

Nyakan diwang atau masak diluar ini dimulai sekitar pukul tiga dini hari, dimana para pelancong atau yang lewat sekedar lewat didepan rumah warga lainnya bisa mampir dan mencicipi kudapan, kopi atau pun teh, sembari bercengkrama satu dengan yang lainnya.KP-GA

BACA JUGA:  Ni Made Ayu Satyadriti, Miss Internet 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.