Awalnya aku mengenalmu saat masih mengenakan kostum putih biru, hal wajar dan pantas dengan usia saat itu….

Lama tak bertemu denganmu hingga suatu ketika mulai lagi bertemu dan bercumbu denganmu….

Hanya dengan dalih untuk sebuah imaginasi ketika didepan meja kantor dan sebuah pertemanan, kau secara perlahan terus menggoda hingga tak mampuku tahan lagi…

Satu… Dua… Dan bahkan tak bisa lagi aku mengitung, kau tetap berada diantara jemariku…..

Aku mengerti jika kau membunuhku dari sisi kenikmatan itu, ya dari sisi kenikmatan yang sebagian orang membenci kenikmatan yang kau berikan kepadaku….

Sejak asap pertama itu merasuk ke pembuluh nadi ini, aku mulai berani untuk berbohong meski asapmu susah untuk aku tutupi….

Anehnya, meski kau dibuatkan saudara namun kau tetaplah yang paling diminati… 

Meski aku juga mengetahui jika asapmu itu akan membunuhku bahkan sekitarku, aku tidak bisa untuk melupakanmu….

Aku akan mati namun tidak seperti ini….

BACA JUGA:  Bali Blues Festival 2017 menjadi destinasi lain untuk wisatawan di Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published.