Dihari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, berbagai kegiatan dilakukan diseluruh Indonesia tak terkecuali Bali.

Mulai dari lomba mancing di air deras, berbagai festival atau sekedar mengadakan accoustik di balai banjar. Nah tampaknya ada hal berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas blogger di Bali. Mereka yang tergabung dalam komunitas Bali Blogger, mengadakan sebuah kegiatan yang bernama pitulasan.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan tepat pada hari kemerdekaan tersebut diberitajuk Uyah Kusamba.

Anggota Bali Blogger Community dan petani garam Kusamba saat sesi foto bersama. Image by doc. BBC
Anggota Bali Blogger Community dan petani garam Kusamba saat sesi foto bersama. Image by doc. BBC

Menurut penuturan dari ketua Bali Blogger Community, Gede Gandhi kegiatan tersebut merupakan salahsatu agenda tahunan dari komunitas yang terbentuk sejak tahun 2009 tersebut.

“kegiatan ini sempat vacum, namun ditahun ini kita bangkitkan lagi, ini juga berkat semangat dari kawan-kawan di komunitas Bali Blogger”. Ungkapnya saat ditemui dilokasi kegiatan.

Kegiatan yang dilakukan sejak pagi hari tersebut mengambil lokasi diladang garam milik petani garam di Banjar Rame desa adat Kusamba,     Dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan perlombaan yang melibatkan warga sekitar ladang garam.

Gede Gandhi juga mengatakan, kegiatan tersebut adalah cara lain untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI dan ikut memberikan suport kepada para petani garam yang kian hari kian memperihatinkan serta untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota.

“garam Kusamba cukup dikenal, namun kenyataannya harganya tidak sebanding dengan perjuangan para petani untuk menghasilkan garam, terlebih regenerasinya pun masih dipertanyakan”. Tuturnya (17/8).

Disisi lain penuturan dari Pak Bantat yang notabene merupakan salahsatu petani garam yang sekaligus tuan rumah dari tempat pelaksanaan kegiatan BBC tersebut mengungkapkan, pihaknya masih menunggu keseriusan pemerintah dalam menangani garam Kusamba.

“pemerintah pernah turun langsung, namun diperjalanan menghilang begitu saja, tanpa kejelasan, kami selaku petani menginginkan keseriusan pemerintah untuk menangani permasalahan ini”. Keluhnya.

BACA JUGA:  [Satua Bali] Dong Kordi Dine Kajeng Klion

Sekedar informasi, selain pitulasan Bali Blogger Community juga memiliki agenda lainnya seperti Bloody Valentine dan Kelas Asik Teknologi dan Informasi (KASTI).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.