Menu 1

September 17, 2019

Blue Abadi Fund [BAF] kumpulkan dana 300 Miliar untuk Bentang Laut Kepala Burung.

Conservation Internation [CI] dan The Nature Conservation [TNC] bergandengan dengan WWF serta pemerintah Indonesia untuk mengumumkan prihal dukungan dana sebesar US$ 23juta atau setara dengan 300 Miliri rupiah untuk mendukung Blue Abadi Fund, dimana dana tersebut juga akan menjadi dana abadi bagi konservasi laut terbesar di dunia. Dana abadi yang dikemas secara unik tersebut dikemas untuk mendukung pengelolaan berbasis masyarakat di Bantang Laut Kepala Burung [BLKB] di Papua Barat – Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman hayati tertinggi didunia.

Pengumunan tersebut terlontar hanya berselang lima bulan setelah adanya inisiasi awal. Dan ketika sudah berjalan secara penuh, maka kawasan BLKB akan memiliki Kawasan Konservasi Perairan [KKP] dengan skema keuangan yang bekelanjutan pertama di Indonesia.

Baca juga : Voltvet Menu

Kawasan Bentang Laut Kepala Burung tersebut terletak di provinsi Papua Barat yang mencakup lebih dari 2.500 pulau, terumbu karang dan tentu ini sangat mendukung keberadaan ribuan spesies biota laut, dan sekitar 70% diantaranya tidak ditemukan di tempat lain.

Bantang Laut Kepala Burung akan membantu mengamankan kesinambungan dana jangka panjang bagi BLKB dengan menyediakan bantuan kepada komunitas lokal dan badan pemerintah untuk mengelola sumber daya perairan secara berkelanjutan dimasa depan.

BAF merupakan contoh kuat tentang bagaimana kepeminpinan lokal dengan dukungan global yang terkoordinasi menghasilkan tujuan konservasi yang berkelanjutan.

Baca Juga : Jimbaran Bay Jamu Insan Pers

Rob Walton mengatakan dari Walton Family Foundation [WFF] mengatakan, kawasan tersebut tetap terjaga akibat dukungan dan keikutsertaan komunitas lokasl dan juga nelayan. “jadi kawasan ini bisa terjaga higga kini merupakan campur tangan dari serta dukungan dari komunitas lokl dan juga nelayan”.

“Serta tidak cukuplah hanya dengan membentuk kawasan daerah konservasi perairan saja, namun perlu adanya tata kelola dan penerapan jangka panjang, nah disinilah fungsi dari Blue Abadi Fund”. Tutupnya

Seperti yang diketahui BLKB sendiri dimulai sejak 2014 silam oleh Conservation International, The Nature Conservasy dan WFF yang hingga saat ini didukung oleh 30 mitra konservasi termasuk didalamnya ada pemerintah lokal dan pusat serta Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM] lokal dan juga Internasional serta dari akademisi. Misinya sendiri adalah untuk memastikan pengelolaan sumberdaya alam dikawasan BLKB secara berkelanjutan dengan mesitas masyarakat adat untuk menjamin ketahanan pangan dan penghidupan mereka.

Penulis : Kadek Ari | Foto istimewa

Comments on Facebook