“Sebagai tugas akhir masa belajar, setiap siswa diberi kebebasan luas untuk menyiapkan koleksi rancangan yang dikembangkan dari pemikiran tentang ‘perubahan’ itu”

Menandai first anniversary dari LPTB Susan Budihardjo Bali, Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo Bali ini menggelar peragaan busana yang bertempat di, The Grand Ballroom, The Trans Resort Bali, pada 4 Februari 2017. Para siswa yang baru saja menuntaskan study tersebut pun sekaligus dinobatkan sebagai perancang muda.

Ditahun pertamanya, LPTB Susan Budihardjo Bali melepas sebanyak 12 wisudawan dari angkatan pertamanya. Hal ini meneruskan tradisi yang telah berlangsung di sekolah-sekolah LPTB Susan Budihardjo lainnya yang ada di Jakarta, Semarang dan Surabaya untuk merayakan wisuda dengan mempersembahkan karya para wisudawan di depan halayak ramai. Dari wisudawan di Bali akan dipilih satu orang lulusan terbaik dan berhak untuk mendapat piala berbentuk torso berlapis warna emas yang menjadi ciri khas sekolah.

Tema yang diberikan kepada siswa sendiri adalah CAMBIO yangmana tema tersebut juga merupakan tema utama pada tugas akhir masa belajar yang wajib diwujudkan menjadi sebuah rangkaian koleksi busana yang membermaknakan sebuah perubahan.

Baca Juga : Wow……… Denpasar Film Festival 2017 perebutkan Total hadiah 75 Juta.

Cambio atau “perubahan” di sini bisa diartikan sebagai bentuk garapan baru dalam berbagai hal, termasuk kecenderungan arah mode belakangan ini, orisinalitas dan kreativitas menjadi syarat utama dalam menggarap Cambio. Tentu saja teknik pola, teknik potong, teknik jahit, siluet, pilihan bahan, sampai gaya padu padan busana, sebagai bekal ilmu yang telah didapat selama pendidikan, menjadi penunjang penciptaan karya para perancang muda ini semakin sempurna.

Susan Budihardjo sebagai kepala sekolah mode mengatakan pada siaran rilisnya. “Sebagai tugas akhir masa belajar, setiap siswa diberi kebebasan luas untuk menyiapkan koleksi rancangan yang dikembangkan dari pemikiran tentang ‘perubahan’ itu. Saya ingin tiap siswa mengambil makna perubahan dari kaca mata pribadinya. Calon perancang muda ini dituntut untuk menggali, mengasah rasa, dan terus mengeksplorasi beragam bahan dan elemen busana hingga mendapatkan filosofi dari sebuah perubahan. Karya yang baik akhirnya bisa membuat persembahan yang menyita perhatian karena memiliki sisi inovasi”.

Baca Juga : Merayakan Valentine’s Day bersama ZIA Seminyak

Keduabelas perancang muda yang baru lulus itu mempertunjukkan masing-masing tiga karya terbaik mereka. Sajian khusus datang dari Ni Made Rica Setiawati dan Andre Vasselle, masing-masing hadir dengan lima karya. Mereka merupakan pengajar LPTB Susan Budihardjo Bali. Persembahan tim pengajar ini diharapkan dapat memacu semangat para siswa untuk berkarya lebih baik lagi.

Di penghujung acara tiga siswa terbaik Ardina Gan, Feby Herman, dan Imme Kristiani, sebagai bintang tamu alumnus terbaik dari Jakarta membawa masing-masing lima karya yang sekaligus menutup seluruh rangkaian acara.

Penulis : G14/ Rls | Foto istimewa |

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.