leak 2017/kabarportal.com
Sorry guys akhirnya baru dapat menulis lagi,  kali ini penulis akan mereview sebuah film yang berjudul Leak yang di produksi dan di sutradarai oleh perempuan asli Bali. Maaf ya penulis tidak sebutkan namanya dan tulisan ini juga sudah banyak di potong-potong.
 
Jadi sejak awal mendengar kata film Leak ini sebenarnya pemikiran penulis sudah tertuju ke film Calonarang yang di bintangi oleh alm. Suzana. Sejak awal tahu proyek film yang dikerjakan oleh perempuan asli Bali ini ragu jika film ini akan bisa di putar di bioskop, kenapa? Karena sebelumnya penulis hanya menemukan triller film ini cuma satu saja, terus penulis sempat priview film ini hasilnya tidak sesuai seperti apa yang penulis bayangkan. 
 
Awal cerita bermula ketika penulis ditawari oleh rekan se profesi untuk mewawancarai sang sutradara sekaligus produser dari proyek tersebut namun penulis menolaknya beberapa kali karena alasan tertentu. 
 
Alhasil, untuk mengobati rasa penasaran terhadap proyek tersebut yang oleh kata rekan penulis itu merupakan film leak pertama dan terseram, muncul dan semakin menguatlah rasa penasaran penulis untuk mencari dan menggali informasi tentang film tersebut. 
 
Pict by istimewa
 
Ada banyak kejanggalan yang penulis temui disini dari ulah sang sutradara : 
 
– sang sutradara yang juga penukis naskah dan sekaligus sebagai produser film tersebut entah kenapa tidak mau menampakkan dirinya? Sekalipun kehadapan awak media, foto bersama selalu membelakangi kamera entah apa maksudnya (mungkin agar terkesan misterius) tapi menurut penulis sang sutradara ini harusnya melakukan “pencitraan” agar semua kenal dan tahu siapa dalang di balik film Leak tersebut terlepas dari komentar netizen nantinya itu bagian dari resiko. 
 
– pantauan penulis dari pertama kali mengikuti dan mengamati jejak film ini, sang sutradara jadi terkesan takut dan kurang membuka diri terhadap kiritik dan saran. Kritik dan saran itu sangat wajar kita terima dalam segala bidang, jangankan berkarya seni, berpenampilan sehari-hati pun tak luput dari kritik dan saran (terlepas dari kritikan pedas dan membangun serta sekalipun menjatuhkan itulah resiko yang akan kita terima untuk langkah selanjutnya) 
 
– jika benar seperti yang dikatakan sang sutradara bahwa filmnya tersebut paling seram dan film produksi Leak pertama, sepertinya sang sutradara harus benar-benar mencari para pakar film atau paling tidak cari di internet mengingat film tentang Leak itu sudah ada yang membuatnya bahkan itu diproduksi oleh orang bule. 
 
Rasa penasaran terus semakin menjadi dan terus muncul rasa ingin menyelidiki. Kabar yang terus didapatkan pun semakin beragam. Sampai pada akhirnya gala premiere pun penulis ikuti (hee ini karena dikasi free ticket oleh rekan seprofesi maklum nae penulis nu “gerit” ne) 
 
Okay pintu bioskop dibuka sekitar 10.00 wita disana tampak para artis yang terlibat dalam film tersebut sudah pada sibuk bercengkrama bareng fans dan sibuk menerima ucapan selamat dan sebut saja pasangan artis yang sedang hot di perbincangkan saat ini, Tika Pagraky dan Wira vocalist dari band Rocktober, selebgram Ary Kakul, Putra PAF Band, dan tentunya rekan wartawan yang sudah tidak asing lagi di mata teman se profesi hahahaha. 
 
Yuk cus cari tempat yang pass dan sedikit mojok, teeeet….  Penulis salah masuk ruangan maunya biar bisa satu ruangan dengan sang sutradara dan pemain ehhh ini malah satu ruang sama rekan media hemm…. 
 
Penulis tidak berfokus pada filmnya saja tapi juga memasang telinga untuk sekitar. Benar saja dipertengahan film para penonton pada keluar dan tidak balik lagi, dan ada juga yang mengira scane pertama film Leak itu dibilang triller ehh ternyata sudah main.  Okay saatnya penulis mencoba review dari hasil karyanya ya… 
 
– yang penulis acungi jempol dalam proyek ini adalah sang sutradara berani memulai kendati hasilnya jauh dari ekspektasi penulis. 
 
– yang mendapat nilai 8 dari para pemain hanyalah sang ayah yang sedang sakit dan nilai 9 untuk musiknya (ini nilainya objektif lo ya) 
 
– penulis bingung, ini sutradara melakukan casting gak ya sebelum memilih pemain? Jangan – jangan tidak ada pra produksi lagi ini? Gak banget deh aktinya terus audionya juga hemmmm… 
 
– secara keseluruhan film ini tidak memiliki alur yang pasti dan terkesan zigzag yang membuat mata sakit dan juga bingung, intinya kesan filmnya masih ngambang. 
 
– coloring, lighting dan lainnya kurang pas dan kurang sedap di tonton. 
 
– ini film sepertinya tidak melalui proses sensor karena ada beberapa adegan merokok yang masih jelas terlihat terus merk minuman juga masih terlihat jelas, jika itu sponsor penulis tidak melihat adanya logo aponsor di akhir film. Ini bagaimana ya pihak bioskop kok bisa mau memutar film yang seperti ini? 
 
– para pemainnya pun masih cukup kaku baik dari akting, pendalaman cerita dan yang menonjol adalah aksen Bali atau logat Bali masih terasa, padahal ini diputar di bioskop.
 
– sejak penulis benar – benar mengenal musik dan memainkan alatnya dari tahun 2000’an gitar bass belum pernah ada yang menggunakan kapo sekalipun penulis sudah tanyakan dan googling belum pernah temukan itu. 
 
– yang aneh lagi, setahu penulis orang yang melakukan ritual suci (khususnya dalam agama hidu) tidak pernah dilakukan dikolam renang, kecuali membuatkan upacara saat sebuah bangunan baru selesai dikerjakan dan mau dihuni. 
 
– setahu penulis leak itu belum ada yang tau pasti seperti apa rupanya dan leak itu tidak pernah sampai mencekik leher manusia karena ibaratnya sekalo kedip saja orang yang jauh sekalipun akan menjadi apa yang diinginkan, dan logikanya adalah saat kita ketemu “sebutlah mahluk astral” baik manusia dan si mahluk akan sama-sama lari atau di dalam film biasanya manusialah yang akan lari dahulu atau paling tidak akan pingsan.
 
– sang sutradara sepertinya kurang melakukan riset terhadap apa yang dia kerjakan, menurut penulis film itu lebih cocok dikasi judul “PASUGIHAN”.
 
– yang ljadi pertanyaan selanjutnya, penulis menemukan di beberapa scane yang mana sipemain menyanyikan lagu orang lain dan juga menggunakan musik dari luar negeri, apakah itu sang sutradara sudah meminta ijin ya? Jika tidak dan itu ketahuan bisa bahaya lho… 
 
Jadi menurut penulis, film ini hanyalah ambisi dari sang sutradara yang hanya berkarya berdasarkan tulisan tanpa melakukan riset terlebih ini adalah film yang menyangkut tradisi dan budaya. 
 
Tulisan ini murni untuk mengkritik dan sang sutradara mau lebih belajar lagi serta mau lebih terbuka terhadap masukan dan kritikan. 
 
Penulis sadar membuat film itu tidaklah gampang dan perlu modal yang besar namun tidak salah kan jika sharing dengan teman yang mengerti dibidang yang kita jalani? 
 
Teruslah berkarya dan lakukanlah perubahan dari pengalaman. Silahkan bagi pengalamanmu yang pernah menonton film ini
 
 
Penulis : Gede Gandhi
Image : istimewa
BACA JUGA:  Seberapa penting Domain dan hosting jaman sekarang?

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.

comment dong