Muda dan berprestasi, itulah ungkapan yang pas untuk sosok perempuan yang satu ini. Jasmine Okubo, siapa yang tidak mengenalnya, dikalangan seniman perempuan yang akrab disapa Jasmine tersebut cukup dikenal. 
 
Prestasinya yang sudah mumpuni tak membuatnya lantas lupa diri. Keramahan serta sopan satunnya membuat lawan bicaranya pun merasa nyaman. 
 
Perempuan berdarah campuran Jepang – Bali tersebut nyatanya cukup fasih dalam menarikan tarian Bali, cukup lembut dan “metaksu” untuk seukuran perempuan Jepang seperti Jasmine. 
 
Ditemui seusai pentas dalam gelaran Denpasar Film Festival 2017, Perempuan kelahiran Turki, 27 tahun lalu itu mengungkapkan, dirinya kala itu menyuguhkan tarian yang berjudul “cili warior”. Dalam tarian tersebut, terlihat 3 orang penari yang menceritakan ketangguhan seorang wanita.
Cili War. Image/istimewa

 

“sebenarnya ide ini saya ambil dari logo Denpasar Film Festival, nah dibagian atas logo tersebut adalah bagian dari banten Bali yang bernama Cili”, ungkapnya, (10/9).
 
Pengamatan dilapangan, Cili Warior tampak seperti penggabungan beberapa jenis tarian khas Bali,  dari sisi pakaiannya pun tampak jelas jika itu adalah pakaian tari baris. 
 
“kita juga memakai bambu, disini bambu kita symbolkan sebagai seorang perempuan Bali yang sedang menumbuk padi”, tambahnya. 
 
Ketika ditanya tentang, kegiatannya saat ini, perempuan yang mengaku gemar makan tipat cantok dan pelecing ini menjawabnya dengan santai, dia sedang mempersiapkan pementasan berikutnya di Bengkulu. 
 
“saat ini sedang mempersiapkan diri untuk tampil di Bengkulu, sisanya sedang melatih anak-anak tunarungu menari kontenporer”, tutupnya. (KP22)
BACA JUGA:  Festival ini digelar di pinggiran sawah

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.

comment dong