Menu 1

September 19, 2019

Kak Mahir si Penjelajah.

Bagi anggota pramuka pasti hapal dengan Dasa Dharma Pramukan, yangmana Dasa Dharma Pramuka merupakan sepuluh sikap yang wajib dimiliki oleh seorang pramuka yangmana ini merupakan dasar dari seorang anggota pramuka.[pullquote]Perjalanan ini adalah langkah awal untuk persiapan ekspedisi untama yaitu bersepeda mengelilingi Indonesia[/pullquote]

Pada butir kedua Dasa Dharma Pramuka berbunyi cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Namun pada praktiknya tidaklah semua orang bisa menjalankannya, perlu sebuah kemauan yang besar dan konsistensi dari diri sendiri.

Berbeda dengan anggota pramuka yang satu ini, nampaknya pria ini benar-benar menerapkan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupannya. Namanya Muhammad Maahir Abdulloh atau yang akrab disapa dengan Kak Maahir. Anggota pramuka ini menjalankan butir kedua yang terdapat pada Dasa Dharma Pramuka tadi.

Baca Juga : Manfaat mengatur nafas untuk kesehata.

Dia melakukan aksinya tersebut dengan menggunakan sepeda dari Cibubur – Jakarta menuju Pulau Dewata Bali. Dia memulai perjalanannya sejak 14 Januari 2017 yang di lepas langsung oleh Pusdiklantas di Cibubur, dalam perjalanannya menuju Bali, Mahir melintasi sebanyak 14 Puncak Gunung.

Maahir tiba di Bali sekitar pukul 08.00 wita melalui pelabuhan Gilimanuk kemudian melanjutkan perjalanannya hingga sampai di Polsek Gerogak sekitar pada pukul 16.30. “hari ini saya tiba diBali dan akan bermalam di Polsek Gerokgak dan sesuai rencana besok [18 Pebruari – Red] akan kembali melanjutkan perjalannya sekitar pukul 09.00 wita”. Ungkapnya saat ditemui wartawan kabarportal.com diPolsek Gerokgak [17/2].

Dalam perjalanannya sebelum sampai di Bali ia telah melewati 9 Gunung diantaranya Gunung Ungaran, Lawu, Kulud, Buthak, Oan Derman, Penanggungan, Bromo, Raung dan Ijen. Dan perjalanannya besok akan melintasi jalan utama Gerokgak-Singaraja dengan tujuan Gunung Batu Karu.

Baca Juga : awas! jangan dekati kucing ini.

Maahir yang merupakan anggota Saka Bhayangkara Ranting Ciracas ini memilih berpetuang sendiri dengan sepeda lantaran cintanya terhadap sepeda dari ia masih kecil. Selain itu ingin tampil beda dengan cara yang tidak banyak orang bisa lakukan, merupakan alasan dia untuk melaksanakan ekspedisi tersebut. Aksi Maahir ini memperoleh simpati dari berbagai pihak salahsatunya dari tim PMI yang selalu memantau kesehatannya sepanjang perjalanan.

Ekspedisi Jakarta-Bali ini bukalah yang pertama kalinya ia telah melaksanakan ekspedisi sebelumnya mengambil rute Jakarta-Yogyakarta.  Diperkirakan perjalanannya ini akan berakhir pada  24 Maret 2017 di Kantor Kwartir Daerah Bali dengan melaksanakan upacara penutupan. “Perjalanan ini adalah langkah awal untuk persiapan ekspedisi untama yaitu bersepeda mengelilingi Indonesia”. Pungkas Kak Maahir yang merupakan mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.

Penulis : Pramana | Foto istimewa

Comments on Facebook