Jajaran Reskrim Polresta Denpasar berhasil membongkar sindicate “coblos beras” dari agen beras yang berlokasi di Jalan Padma Penatih Denpasar Timur, Kamis, (31/8).

Menurut penuturan kapoleresta Denpasar saat ditemui dilokasi kejadian, Kombespol Hadi Purnomo, praktek tersebut sudah dilakukan selama setahun. 

“praktik ini sudah dilakukan setahun belakangan, dan kita sudah selidiki ini selama seminggu”, ujarnya. 

DW (40) ditangkap ditempat kerjanya pada pada Rabu, (30/8) sore. 

Kapolresta Kombespol Hadi Purnomo saat menunjukkan Barang Bukti. Image by kp14

Lebih lanjut, Kapolresta mengungkapkan, dari menjalankan ide bisnis tersebut tersangka memperoleh keuntungan hingga 7 juta per harinya. 

Dari tangan tersangka juga diamankan sejumlah barang bukti (BB) seperti alat coblos beras, vacum cliner dan sebanyak 17 ton beras. 

Dari keterangan Kapolresta, dari setiap 25 kilogram beras, tersangka mengambil 1 kilogramnya dan dimasukkan kembali kedalam sak yang baru dengan merek kemasan yang sama. 

“jadi beras ukuran 25 kilogram tersebut diambil sekilo dengan cara mencoblos lalu dijadikan satu dan dimasukkan ke dalam sak yang baru”, tambahnya. 

Akibat perbuatan tersebut, tersangka DW dijerat pasal UU perlindungan konsumen dengan ancaman kurungan 5 tahun penjara. 

Dalam kesempatan itu, Kapolresta juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam membeli sesuatu yang berukuran banyak. 

“Yang beli ukuran banyak mohon untuk melakukan chek kembali dilokasi pembelian,  jika ada indikasi kecurangan segera dilaporkan”, pesan Kapolresta mengakhiri pembicaraan.(KP14) 

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.