Menu 1

September 19, 2019

Mahasiswa Kecamatan Boleng Desak Pemerintah Sigap Tangani Bencana Boleng

kabarportal.com – Sejumlah mahasiwa yang berasal dari kec. Boleng, kab. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak Dinas Pertanian Manggarai Barat untuk segera memberikan bantuan terhadap petani di Lando, desa Mbuit, Boleng. Hal itu menyusul bencana banjir yang melanda puluhan hektar (ha) sawah di wilayah tersebut.
 
Mahasiswa Boleng di Jakarta, Heri Bahang (29) mengatakan, bencana tersebut mengancam persediaan beras warga di Lando dan sekitarnya. Apalagi di daerah tersebut berbeda dengan sistem tanam di wilayah lainnya yang bisa dua kali dalam setahun. 
 
Di Lando hanya satu kali. Ketika banjir rusaki area persawahan tentu mengancam nasib masyarakat setempat. “Kami minta Pemda Mabar segera bersikap. Bantulah keluarga kami. Mereka hanya bisa hidup dari beras, tanpa bantuan, mereka tak punya apa-apa lagi untuk menyambung hidup,” tegas Heri di Jakarta pada Selasa (28/3).
 
Desakan serupa disampaikan oleh Marsel Pampur, warga Lando yang bekerja dan kuliah di Denpasar, Bali. Dia meminta agar pemda Mabar segera memberikan respon. “Kondisinya sangat menyedihkan. Itu bisa dilihat di foto-foto yang dipost di media sosial. Ini emergensi. Butuh penangangan segera. Jika ada asuransi pertanian, alokasikan itu untuk petani di Mbuit,”pintanya.
 
Diketahui, cuaca ekstrem yang melanda Manggarai Barat dalam beberapa hari terakhir melumpuhkan perekonomian di Boleng. Puluhan hektar sawah di Lando rusak parah. Sekitar belasan warga harus kehilangan hasil panenya. Lebih parahnya lagi akses Terang-L.Bajo terputus.
 
Siap Ditangani
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Manggarai Barat, Anggelus Sapu mengakui ada laporan terkait bencana tersebut. Namun, yang diketahuinya baru di persawahan Nanga Na’e, desa Macang Tanggar, kec. Komodo, Mabar. Sekitar 260 hektar (ha) lahan sawah terendam banjir.
 
Dirinya belum bisa pastikan apakah itu sudah termasuk di Boleng atau bukan berhubung masih di Surabaya, Jawa Timur.”Hanya belum ada informasi terkait bencana di Boleng. Yang saya tahu baru bencana di Nanga Na’e, tapi kami akan up date lagi informasinya termasuk dari Boleng untuk diteruskan ke pemprov dan pusat,”paparnya.
 
Terkait asuransi pertanian, Sapu mengatakan jika dirinya sudah menanyakan ke Kementerian Pertanian (Kementan) dan ternyata NTT belum ada alokasinya. “Ini telah kami protes sejak tahun lalu dan ternyata belum ada perubahan. Tapi Kementan telah minta agar data petani yang lahannya rusak itu dikirim saja, mungkin nanti akan diberi bantuan dalam bentuk lain. Kami tetap usahakan,”pungkasnya.[FAJ]
 
sumber foto: Facebook facebook wilibombangbeli-Mexico
 

Comments on Facebook