Menu 1

October 18, 2019

Hari Ibu, Hari Ajang Pamer

Bagiku, hari ibu itu setiap hari bukan setahun sekali….

Setiap tahun tepatnya ditanggal 22 Desember khususnya di Indonesia diperingati sebagai hari Ibu. Hari dimana sebagian besar anak milenial termasuk generasi old dan yah… Mungkin memang seluruh kalangan beramai – ramai menguncapkan “Selamat Hari Ibu”. Berbagai kreatifitas dan cara dituangkan untuk mengucapkan perayaan tersebut.

Penulis tidak menyalahkan, atau melarang mereka namun lebih kepada sikap pribadi penulis terhadap diri sendiri dan keluarga. Pagi sekiranya pukul 07.00 WITA, penulis melihat timeline dan feed media sosial tak terkecuali story whatsapp yang isinya adalah sebuah ucapan “Selamat Hari Ibu”. Penulis bangga dan jadi tahu rupa dari salah satu orang tua rekan – rekan melalui perayaan ini.

Awalnya sih ingin ikut seperti rekan-rekan penulis mengucapkan perayaan itu namun penulis keburu ingat jika orang tua penulis satu pun tidak memiliki media sosial, ya… akan jadi percuma dan mubazir ketika penulis ucapkan hal itu di media sosial. Beda kata jika orang tua penulis memang memiliki media sosial, mungkin hal yang sama akan penulis lakukan, publish dan tag langsung akunnya.

Setelah beberapa saat, penulis langsung tlp Ibu, kebetulan posisi penulis memang jauh dari kampung halaman, ibu di kampung penulis di rantauan. Penulis tidak langsung mengucapkan selamat hari ibu sebab ketika menelelpun, bliau pun telah mengetahui maksud dan tujuan anaknya yang setiap kali menelpun selalu akan ucapkan kasih sayang.

Kembali lagi ke fenomena Hari Ibu, sebenarnya mereka yang upload ucapan dan foto dimedia sosial apakah sepenuhnya orang tua mereka memiliki media sosial atau mengetahui hal itu? Atau hanya sekedar pamer dan memeriahkan timeline saja?

Bagi penulis, itu adalah hak setiap orang jadi itu sah-sah saja namun bagi penulis pribadi memperingati hari ibu adalah sepanjang hidup penulis, setiap hari, setiap detik. Tidak perlu lewat kata-kata atau upload di media sosial, namun cukup dengan tidak membuatnya kecewa dan buatlah dia selalu merasa bangga memilikimu dan melahirkanmu.


Leave a Reply