Perjalanan menuju tempat parkir!

A : aman, tukang parkir tak ada…!!

B : tukang parkir itu ibarat jelangkung, datang tak diundang, pergi tak diantar. Camkan itu…

A : hemmm…. masak sih…?

Selang beberapa saat setelah menghidupkan kendaraan….

Priiiiiiiiiiiiiiit…… Rp 1k pak…

B : to kan bener……..

Ya! Benar saja hal itu, saat mendekati kendaraan orang yang identik dengan baju berwana biru (khusus wilayah Bali, Denpasar, Badung) itu biasanya tak ada dan tiba-tiba muncul disamping kita setelah motor berbunyi dan siap untuk melajut. ” Priiiiiiit…… Rp 1k, Rp 2k dst…..

Namun setelah mengambil uang dan kadang dikasi karcis dan kebanyakan tidak dikasi dan tak jarang pula harus diminta, mereka hilang entah kemana. Meski tak semua begitu kebanyak tukang parkir ini melakukan hal yang sama.

Membahas tukang parkir sebenarnya telah lama dan banyak yang membahas, namun penulis menuturkan pengalaman penulis yang sejak lama sebenarnya ingin tuliskan diblog ini. Ada banyak hal yang harus diperbaiki agar tukang parkir tidak lagi menjadi bulan-bulanan seperti ….

Tukang parkir itu harusnya dirangkul oleh pihak berkaitan agar petugas parkir ini mengerti apa tugas utama mereka. Hal yang selama ini penulis lihat dari petugas parkir adalah petugas parkir tidak banyak yang mengerti apa tugas mereka sebenarnya.

Ini yang oenulis maksud adalah petugas yang ada di sekitar warung makan, cafe atau sejenisnya. Terlebih lagi, tidak semua petugas parkir memahami bagaimana cara menyetop kendaraan, memarkir dan menyebrangkan kendaraan.

Kesannya seperti “semau gue” tak peduli yang lain. Apakah para petugas parkir ini dibekali pengetahuan dasar terkait tentang lalulintas? Terlebih ini menyangkut orang banyak, bahkan penulis sering merasa trauma ketika berhadapan dengan petugas parkir yang hendak menyebrangkan kendaraan, ini seperti sedang mengikuti ibu-ibu yang sent ke kanan namun masih ragu apakah itu nyata ke kanan atau hanya tipuan? Hahahaha…..

Lalu pernah juga kerjadia, helm hilang adalah kejadian paling sering ditemui dan penulis pun penah mengalami sendiri, bukannya bertanggung jawab atas wilayahnya atau setidaknya memberikan keterangan logis malah jawabannya sangat singkat dan memangcing emosi. “Wah gak tau, saya urus motor banyak disini,”sambil berlalu.

Penulis tak tau kenapa ini terjadi, bahkan setiap kali coba tanyakan petugas selalu menghindar. Apanya yang salah ini?

Begitupun dengan pecalang pihak terkait juga seharusnya melakukan pelatihan dasar terkait lalulintas agar semua nyaman dalam perjalanan.

Ya termasuk saat pengalihan jalan, karena tidak semua hafal dengan jalan sourtcut, minimal ada petunjuk arah…

Jadi…. Ketika petugas parkir ini telah memiliki pelajaran dasar tentang lalu lintas maka semua akan aman, begitupun dengan SOP mereka saat bekerja….

Dan jika petugas parkir ini kerjanya bagus dan rapi, maka fobia terhadap tukang parkir akan segera hilang…. (emang apa istilah fobia sama tukang parkir)

Apa pengalaman kalian tentang hal ini? Silahkan share dan komentarnya…

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.

Comments on Facebook