PERHATIAN!! Tulisan ini adalah Opini dari Penulis jangan terlalu diambil pusing ya…

Penulis masih ingat betul kata-kata seorang gitaris dari sebuah band nasional yang berada di bawah bendera Log Zhelebour, yang pada salah  satu sesi wawancara mengatakan begini, kami (masing-masing personel-red) ini awalnya adalah band pensi, setiap kami perfome selalu cover lagu band terkenal seperti Helloween atau RHCP, namun seiring perjalanan kami sadar untuk apa kami “hebat” diatas panggung, banyak mendapat standing applause namun itu adalah hasil dari menyanyikan karya orang lain? Darisanalah kami mencoba mengumpulkan materi untuk band sendiri ucapnya.

Lalu masalahnya dimana bagi penulis? Jadi begini sudah lama sebenarnya penulis ingin mengulas ini sesuai apa yang penulis temui dan menuangkan pemikiran melalui sebuah tulisan. Penulis perhatikan baik dari perbincangan dengan teman dan atau mendengarkan pembicaraan rekan sebelah, banyak yang bilang artis itu viral tapi masih membawakan karya orang lain, selebgram itu terkenal tapi masih membawakan karya orang lain, apakah mereka memberikan royalti kepada pemilik karya tersebut?

Begitulah kurang lebih yang sering penulis temui dilapangan. Ya memang sih tak sedikit artis khususnya selebgram yang penulis temui cover lagu ketika mereka diundang untuk mengisi sebuah acara terlebih itu acara bersifat comersial.

Pada dasarnya tidak masalah, namun akan jadi sebuah pertanyaan jika hal tersebut terlalu sering dilakukan. Mungkin akan jadi terdengar risih bahkan terkesan kurang kreatif. Sekelas musisi nasional pun tak jarang melakukan cover namun yang penulis ketahui selama ini adalah kadar atau jumlah lagunya. Setidaknya 80:20 jika dipersentasekan.

Penulis ambil contoh disini adalah Lagu, ketika kita perfome setidaknya 80 persen yang kita bawakan adalah lagu/karya sendiri dan 20 untuk cover lagu orang lain, kenapa demikin? Pengalaman penulis yang juga berkecimpung di dunia musik dan sempat meluncurkan 2 single, ketika perfome setidaknya penulis akan membawakan 5-8 lagu sendiri (baik yang sudah di launching atau belum) dan selebihnya cover, kenapa demikian? Cover lagu tersebut biasanya penulis gunakan untuk memancing penonton (jika ada penonton, wakakakaka) untuk mengalihkan perhatiannya kepada perfome kita, karena meski kita sudah mengeluarkan 2 album belum tentu juga penonton ditempat kita perfome kenal siapa kita dan terlebih karya kita meski di era milenial saat ini (bukti banyak ini) saat diatas panggung maka dari itu cover lagu yang sedang fenomenal saat itu adalah jawaban untuk mengajak penonton mau memperhatikan kita.

Karena, sesungguhnya di dalam berkarya itu tidak ada istilah jelek atau bagus, yang ada hanyalah sebuah selera saja. Buatlah karya sendiri dan perdengarkan ke pada publik jangan ragu untuk melakukan itu. Jadilah pelaku seni yang berani menunjukkan karya sendiri, selalu menunjukkan kreatifitas dan tentunya mau berinovasi. Ingat seniman tanpa sebuah karya penulis angga dia adalah penikmat seni.

Okay baiklah semoga dipahami maksudnya dan penulis sudah capek dari pagi berada di depan layar laptop mau istirahat dulu. Jika ada kritik dan saran silahkan layangkan surel kalian melalui kabarportalnews@gmail.com dan lengkapi dengan judul juga tentu identitas diri sebagai penambah perkenalan kita.

Silahkan komentar dan share

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.