Bali Blues 2019/ kabarportal

Jika tidak salah, penulis mengikuti event Bali Blues Festival (BBF) ini tiga kali (Jika melihat arsip penulis 2017, 2018 dan 2019). Baik dan buruknya sebuah event itu memang sudah biasa sebab tidak ada manusia yang benar-benar sempurna terlebih ini event besar yang melibatkan banyak kepala.

Baca Juga: Tips Menjadi Penyiar Radio, Dua Menit Langsung Bisa

Tulisan ini sebenanya curhatan pribadi dimana dalam event musik blues yang sangat saya sukai ternyata minim saya temui unsur blues-nya. Yang menjadi daya tarik secara pribadi hanya dihari pertama yakni 13 Juli 2019. Disana tampil Gus Teja yang berkolaborasi dengan Bali Blues Brother serta Mang Suradipa.

Bali Blues 2019/ kabarportal
Bali Blues 2019/ kabarportal/ Gede Gandhi

Memang jika menelisik dari tema besar event ini adalah Classcik Rock Celebration. Lalu apakah ini salah? Menurut saya sih tidak sepenuhnya sebab musik blues yang dikabarkar sebagai akarnya musik memang sudah sepatutnya disandingkan dengan unsur musik lainnya. Yang saya soroti di sini adalah porsinya yang lagi-lagi menurut saya porsi blues sangat sedikit saya temui.

Baca Juga: Tips Menjadi Penyiar Radio, Dua Menit Langsung Bisa

Saya membayangkan sebuah konser musik blues yang sesungguhnya dengan menampilkan nada-nada yang “mendayu” khas blues itu sendiri. Namun masuknya unsur rock, membuat ruh dari musik blues itu seakan hilang dan saya pribadi dihari pertama event terseklenggara melihat bukan sebuah event musik blues namun lebih kepada konser musik rock!

Bali Blues 2019/ kabarportal
Bali Blues 2019/ kabarportal/ Gede Gandhi

Terlebih ketika Gus Teja tampil, saya merasa aneh dengan kolaborasi ini saya bingung mau menikmati musik blues atau apa ini. Memang untuk membuat sebuah festival itu perlu suport dari berbagai sisi terlebih dana yang harus kuat. BBF tahun ini memasuki tahun ke-5 dan ini saya akui sangat hebat terlebih menurut sang founder dana yang dikeluarkan cukup besar.

Baca Juga: Bali Blues Festival 2017 menjadi destinasi lain untuk wisatawan di Bali

Tahun ini, entah kenapa diadakan berbarengan dengan Nusa Dua Light Festival dan melihat secara keseluruhan tempat sih seperti sempit tidak seluas tahun lalu. Harga ticket juga cukup mahal sehingga ini seperti sebuah pengekslusifkan tempat. Saya tidak tahu untuk hari kedua, sebab saya hanya datang hari pertama dan ini bukanlah kesimpulan secara menyeluruh melainkan hanya pandangan dari satu sisi, dihari pertama.

Dari sisi panggu, nah ini konsep panggungnya saya sendiri tidak mengerti entah konsepnya seperti apa, saya lihat ini bentuk panggung seperti bentuk huru L mungkin harapannya sang musisi bisa berjalan dari panggung utama ke ujung panggung lainnya, namun sayang tidak semua gitaris menggunakan wireless  sehingga hanya bisa maju hingga ujung depan panggung karena gitar mereka lebih banyak menggunakan kabel panjang.

Bali Blues 2019/ kabarportal
Bali Blues 2019/ kabarportal/ kabarportal

Adanya tulisan Bali Blues Festival di depang panggung membuat penonton terhalang karena pemain lebih banyak berada dipanggung utama. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, entah kenapa tahun ini, BBF saya rasa mengalami penurunan kualitas. Saya sendiri berharap kedepannya bisa menikmati konser musik blues sambil duduk menikmati beer terlebih posisi event ada dipinggir pantai ini sangat kereeen. Panggungnya bisa di sesuaikan lagi dan tentunya line up yang semakin keren.

Namun apapun itu, saya sendiri sangat mendukung event ini dan saya berusaha selalu menikmatinya dengan cara sendiri.

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.