Earthship album ke 9 navicula/kabarportal

Kemajuan jaman memang telah merasuk ke seluruh element tak terkecuali industri musik. Saat ini penulis lebih cendrung membahas terkait bagaimana seakan para exekutive produser dan label musik banyak yang “mengeluh” terkait penjualan fisik yang semakin ditinggalkan oleh pendengar.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk seorang exekutive produser atau label musik dengan fenomena ini, menurut penulis perubahan apapun yang terjadi tidak mungkin datang tanpa diikuti oleh sebuah solusi. Tolong sangkal penulis di kolom komentar jika tulisan ini keliru.

Baca Juga :

Sebenarnya, tidak semuanya meninggalkan fisik. Penggemar (Fans), penikmat atau bahkan kolektor, fisik itu sangat penting terlebih bagi sang musisi, fisik itu bukan lagi sebatas bukti namun lebih kepada gengsi. Digital memang menjurus lebih sederhana dan mempermudah tapi fisik itu mampu membuat seseorang bernostalgia ketika pertama kali melihat sampul dari sebuah cover penyanyi atau band.

Mungkin tape atau DVD tidak lagi se-hits dimasanya namun akan ada kesan berbeda tatkala mendengarkan lagu yang secara langsung diputar melalui fisik. Penulis sering membuktikan sendiri, misalnya ketika mendengarkan radio dan playlist di platform pemutar musik semacam Joox atau Spotify bahkan mendengarkan musik EDM dengan musik live Dj vinyl ini akan jauh lebih asik mendengarkan lagu melalui vinyl atau CD, ada kesan tersendiri dan beda jika di bandingkan mendengar via platform digital. Ya! Mungkin masing-masing individu berbeda dengan tanggapan ini namun bagaimanapun fisik tetaplah memiliki khas sendiri.

Fisik bukan lagi sekedar bukti karya, tapi lebih kepada sebuah gengsi

Dibeberapa kesempatan, penulis sempat mendengar secara langsung bagaimana seorang produser musik “mengeluh” dengan kondisi saat ini yang mungkin digitalisasi ini menjadi sebuah momok dan alasan untuk menunda peluncuran album atau bahkan single dari para artis yang ia naungi.

BACA JUGA:  [Satua Bali] Memolos Payu Meplekos

Jika pun fisik mulai ditinggalkan dan beralih ke digital, label sendiri sebenarnya bisa mengakalinya dengan sebuah win-win solution ke artisnya semisal artis boleh mengeluarkan single atau bahkan album lalu karyanya dirilis seluruhnya atau sesuai kesepakatan via digital dan fisiknya dirilis secara terbatas.

Baca Juga :

Dan ini pun sebenarnya tidak ada yang dirugikan bahkan menurut penulis semua diuntungkan. Meski dari hitung-hitungan harga fisik kesannya jauh lebih mahal dari digital, tapi coba deh hitung sendiri biar tidak keliru penulis memberikan gambaran.

Jadi pesan penulis untuk para musisi seluruhnya untuk tetap mencetak fisik karya kalian meski hanya terbatas setidaknya para fans fanatik kalian tetap akan mensuport kalian. Dan percayalah bukti fisik ini akan sangat berharga saat 10 atau bahkan 30 tahun tahun kedepan sebab ketenaran dan popularitas tidak ada yang tahun kapan menghampiri kalian.

Fisik ini akan menjadi saksi perjalanan kalian dan ingat jangan sampai kalian musisi tidak memiliki karya kalian sendiri. Hahahaha …… ini sudah terjadi pada beberapa musisi di Bali yang mengatakan jika dirinya sendiri tidak memiliki sutuhnya seluruh album, single atau karyanya.

Salam penikmat musik dari penulis yang kere namun tetap berusaha mendukung dari sisi tulisan!!

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.

comment dong