Yess… Kuliner yang saya tunggu setiap kali Hari Raya Galungan atau Kuningan adalah Lawar Bara atau kadang juga dikenal sebagai lawar getih. Kuliner ini terbuat dari (lebih suka menggunakan) daging babi, ati babi, yang dicampur dengan base genep (bumbu lengkap khas Bali), parutan kelapa tua dan tentunya menggunakan darah segar dari babi.

BACA JUGA:  Kebutuhan air perhari untuk tubuh

Nama lawar barak sendiri diambil dari warna merah adonan lawar iyu sendiri. Lawar barak tidak bisa bertahan lama kurang-lebih satu jam lewat dari itu ia tidak bisa dikonsumsi lagi sebab rasa dan aroma sudah tak enak lagi. Kadang jika masih tersisa, keluarga saya akan menjadikannya sebuah pepes agar bisa bertahan sampai waktu yang lebih lam.

BACA JUGA:  Warung Kitte D'Uma, Coba Aja Sendiri

Entah kenapa rasa makanan dikampung halaman itu snaga tberbeda jika saya bandingkan ketika beli. Rasanya tidak bisa saya gambarkan secara utuh tentang nikmat dari kuliner buatan sendiri.

BACA JUGA:  Digital dan Fisik, Ini Bicara Gengsi Bukan Hanya Bukti

Ada yang pernah makan lawar barak?