Guys…. Pemerintah Indonesia terus menggalakkan dan menyatakan perang terhadap hoaks dan narkoba. Tidak saja melalui media massa atau media social namun melalui jalur khusus yang disinyalir sebagai “tempat rawan” peredaran narkoba secara khusus.


Seperti halnya yang terjadi pada Kamis, 28 November 2019. Bertempat di ruang Auditorium area kampus Warmadewa, Denpasar – Bali. Kementrian Informasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar seminar sehari dengan tema “Membangun Masyarakat Sadar Hukum: Anti Hoaks dan Anti Narkoba.


Dalam seminar itu pun menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya seperti Drs. Bambang Gunawan M. Si selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo. 

Kemudian ada juga Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Sustawa. SH. Serta Kepala Yayasan Warmadewa yang kala itu memberikan sambutan dihadapan ratusan peserta yang tergabung dari mashasiswa dan blogger Bali.


Dalam pemaparannya, Bambang Gunawan menerangkan bahwa penyebaran hoaks didominasi melalui medua aplikasi pesan Whatsapp yang selanjutnya diikuti oleh media sosial lainnya seperti facebook, twitter dan instagram. Ia mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk ikut andil dalam memerangi hoaks melalui layanan aduan yang sudah disiapkan di website resmi Kominfo.


“Jadi masyarakat jangan membiasakan diri hanya membaca judul kemudia share tanpa verifikasi, itu justru sangat bahaya dan bisa kenapa pasal UUITE,”demikian kata Bambang.


Masyarakat pun diminta agar selalu menyaring dan memverifikasi segala bentuk informasi yang didapatkan dan mengajak masyarakat agar tidak sampai tangan lebih cepat bergerak dari pada otak. “Ini yang sering kali terjadi, penyesalan itu datang belakangan,”imbuhnya.


Disisi lain, Putu Gede Suastawan menerangkan dari sisi Anti Narkoba bahwa kebanyakan para pengedar ini menyasar anak muda. Ia meminta kepada seluruh mahasiswa dan stakholder untuk ikut serta memerangi narkoba. “Isi hari – hari Anda dengan kegiatan positif jangan oernah coba coba karena sekali memcoba Anda sudah pasti akan tersiksa,”tegasnya.


Selain itu Kepala Yayasan Warmadewa menegaskan kalau Kampus Warmadewa bebas dari oengaruh hoaks dan narkoba. “Kami telah bekerjasama dengan pihak berwenang suatu saat akan diadakan test urin untuk seluruh warga Kampus Warmadewa,”katanya dalam membacakan sambutan.


Jadi guys, inti sari dari seminar tadi adalah bagaimana kita sebagai warga masyarakat Indonesia harus membiasakan diri untuk memferifikasi seluruh informasi yang diterima dan selalu mengisi hari – hari dengan kegiatan yang positif dan menguntungkan seperti menjadi blogger, freelands writer atau sejenisnya.


Jangan sampai bermaksud hati untuk berbagi informasi malah terjerat UUITE karena indikasi penyebaran hoaks. Begitu juga Narkoba, jangan pernah mencoba kalau ada yang mau menawarkan langsung saja laporkan kepada pihak berwenang.


STOP PENYEBARAN HOAKS DAN JAUHI NARKOBA! STUJU?!

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.