Menu 1

October 18, 2019

VPN dan Keluhan Marketing Sosmed

Cara mendapatkan penghasilan tambahan/image by google

Tidak main-main jaringan internet di Indonesia dibatasi, hal tersebut sudah terjadi semenjak Rabu 22 Mei 2019 lalu. Hal yang mendasari dibatasinya akses penggunaan internet tidak lain agar tidak merebaknya penyebaran berita hoaks yang kemungkinan besar bisa memperkeruh kondisi pemilu di Indonesia yang dirasa masih belum tuntas karena pendapat pihak tertentu.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementrian Komunikasi dan Informasi Ferdinandus Setu ada sekitar 6 media sosial yang dibatasi oleh Kemenkominfo diantaranya adalah Instagram, Whatsapp, Twitter, Line, Youtube dan Facebook. Aksi ini pun menghasilkan buah kebaikan dengan dikabarkannya penurunan drastis penyebaran berita hoaks.

Pembatasan ini lebih pada akses dokumen, video dan gambar, sementara untuk melakukan pesan teks masih bisa digunakan misalnya di whatsaap. Hasilnya diperkirakan 60 persen penyebaran berita hoaks tidak sampai dimasyarakat luas. Dan juga masyarakat yang ingin menebarkan pendapat dengan tujuan memprofokasi melalui media sosial jadi berkurang, dan tidak bersentuhan dengan peraturan UUITE terutama pasar 27 ayat 3 yang berbunyi Melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Namun, ternyata aksi pembatasan penggunaan internet ini menuai banyak keluhan masyarakat. Mulai dari mereka yang bekerja melalui media sosial seperti whatsaap dan instagram, memerlukan akses video dan gambar menjadi kesusahan untuk bekerja. Selain itu, ada juga keluhan dari warga Indonesia di luar negeri terhambat saat ingin menghubungi keluarganya.

Seperti halnya penujualan online yang memerlukan sosial media dalam tindak marketingnya, kemungkinan besar harus berdampak pada penurunan omset karena terhambatnya interaksi antara penjual dan pembeli.

Sementara itu ada juga masyarakat yang mengalihkan diri menggunakan Virtual Privat Network (VPN) untuk mengakses whatsapp, sementara hal tersebut dianggap membahayakan keamanan privasi akun yang terkait pada handphone. Melali malware VPN bisa membobol akses data diri pengguna internet, dan juga mengintip aktifitas internet pengguna saat login ke VPN apalagi VPN yang diperoleh secara gratis. Wah harus hati-hati nih bagi pengguna VPN.

Mungkin harus sabar menunggu akses internet berjalan nomal, meski belum bisa dipastikan oleh pihak Kemenkominfo kapan hal tersebut akan dikondusif kembali. (Ika)

Leave a Reply