Ya! Saya cukup sering bertemu dengan banyak seniman dan selalu bertanya apakah gimik itu perlu? Sebagian besar menganggap gimik tidak terlalu perlu dengan berbagai alasan. Terbanyak adalah karena alasan budaya.

Sebenarnya gimik tidak saja berlaku di dalam bisnis! Disleuruh aspek termasuk industri musik dan seni lainnya kenapa? Gimik atau gimmick berasal dari istilah orang Amerika di awal abad ke 20, namun tak jelas darimana akar katanya bermula.

BACA JUGA:  [Satua Bali] Tuah Tuuh Butha

Menurut kamus Oxford, (ini kutipan saya dari kompasiana) kemungkinan dari istilah slang para artis dan pesulap untuk memanipulasi penampilan mereka agar berbeda dari kenyataannya; “The origin of the term, “gimmick”, is uncertain. Etymologists suggest that the term emerged in the United States in the early twentieth century. The Oxford Dictionary suggests that it may have originally been a slang term for something that a con artist or magician manipulated to make appearances different from reality“…

Kata gimmick ini dipakai juga sebagai diksi kritik dalam analisis politik para pakar di bidangnya, sampai kepada siasat kelompok pemasar dalam aktivitas penjualan daring (online, e-commerce) mereka. Maka tak heran bila istilah seperti  nge gimik, gimik politik (political gimmick) hingga ‘marketing gimmick’ kini semakin meluas dibincangkan, bersama istilah lain yang juga  populer seperti hoax, framing, play victims dan seterusnya.

BACA JUGA:  Menikmati BBQ Level Mantan? Cobaan Macam Apa Ini

Apa sih sebenarnya gimmick itu ? Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gimmick atau /gi.mik. n/, adalah “Seni gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui “lawan peran. Awalnya memang istilah “gimmick” atau gimik ini digunakan di panggung teater seni peran. Peran antagonis dan protagonis dalam drama, film layar lebar dan sandiwara televisi sesungguhnya memang “di setting” sesuai dengan keinginan  sang sutradara, itulah gimmick.

Intinya adalah gimik dibuat untuk keperluan tertentu dan gimik dibuat untuk exixtensi dan membuat sebuah sensasi dan membuat penasaran. Gimik juga bisa menjadi hal menairk untuk promosi serta check ombak. Memang untuk di Bali sendiri hal ini masih cukup awam sebab memang sangat jarang bahkan mustahil untuk dilakukan entah kenapa.

BACA JUGA:  Sudut Bali Diperkosa Syndrom Liar

Tapi pesan saya, jangan juga membuat gimik yang over atau berlebih apalagi gimik yang sama sekali tak berkaitan. Buat gimik yang sewajarnya karena itu juga bagian dari strategi pasar.

Jadi menurut saya sebagai seorang penulis berita yang angin-anginan hahahahahaha….. gimik itu perlu dan tidak ada yang salah dengan gimik sebab gimik sebagai strategi pasar, gimik itu perlu untuk tes ombak, gimik itu perlu untuk keperluan marketing tapi harus sewajarnya ya… jangan berlebihan sebab cinta yang berlebihan saja bisa berbahaya apalagi yang lain.

kabarportal

Follow kami Instagram/ twitter dan Facebook @kabarportal dan silahkan kontak kami untuk kerjasam melalui surel - liputan@kabarportal.com cc di kabarportalnews@gmail.com bisa juga whatsaap di 085847009080.