swipe up
[modern_search_box]

Tilem Kanem Baik untuk Melukat, Ini Rekomendasi Tempat di Gianyar

 Tilem Kanem Baik untuk Melukat, Ini Rekomendasi Tempat di Gianyar

salah satu tempat Air terjun Jaga Satru untuk melukat yang ada di Karangasem/ foto by Theresa Khun/ Google Maps

GIANYAR, KABARPORTAL.COM - Tilem Kanem dikatakan sebagai Tilem terakhir tahun 2025 ini. Saat bulan mati tiba, umat biasanya melaksanakan persembahyangan seperti biasanya di rumah, pura kahyangan hingga tirta yatra.

Selain itu, Tilem Sasih Kanem ini juga digunakan untuk menjalankan ritual Nangluk Merana, ada juga yang menggunakannya untuk bersedekah atau berdana.

Tak sampai di sana, sebagian umat lainnya juga memanfaatkannya untuk melaksanakan tradisi melukat yakni pembersihan diri secara skala dan niskala. Kata "melukat" berasal dari bahasa Kawi yang berarti pembersihan suci.

Proses melukat dimulai dengan persembahyangan, dilanjutkan mandi di pancoran atau mata air suci. Pengunjung menyiapkan canang sari berisi uang sukarela, atau banten lengkap dengan buah-buahan dan kue jika budget memadai. Tambahkan dupa serta bunga untuk sembahyang. Bawa pakaian ganti dan kemben ekstra, karena pakaian basah setelah ritual.

promo pembuatan website bulan ini

Umat Hindu Bali memilih hari baik seperti purnama, tilem, banyu pinaruh, atau ngembak geni agar ritual lebih khusyuk dan berkah. Di Kabupaten Gianyar, pusat wisata spiritual Bali, terdapat beberapa lokasi melukat populer yang memadukan keindahan alam dan kesucian.



1. Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul menjadi destinasi melukat di Gianyar paling ikonik. Berlokasi di Desa Manukaya, Tampaksiring, pura ini dekat Istana Presiden Tampaksiring. Hanya 20 menit berkendara dari pusat kota Gianyar.

Kawasan luas ini wajib dikunjungi dengan pakaian sopan: kemben untuk semua, ditambah udeng bagi pria. Pura terbagi tiga: jaba sisi (pintu masuk via candi bentar), jaba tengah (area melukat utama), dan jeroan (tempat sembahyang).

Menurut situs Wonderful Indonesia, Tirta Empul menjadi stana Dewa Wisnu, dewa air. Kolam petirtaan memiliki 30 pancoran, terbagi dua bagian. Dua pancoran khusus untuk penyucian setelah prosesi kematian, tidak boleh digunakan umum.



Keluar dari area utama, kolam ikan koi menambah pesona tenang. Saat ini (2025), tiket masuk sekitar Rp75.000 per dewasa, termasuk akses fasilitas. Parkir dibayar terpisah, siapkan sesajen canang dengan sumbangan sukarela.

2. Pura Mengening

Tidak jauh dari Tirta Empul, masih di Desa Manukaya Tampaksiring, Pura Mengening menawarkan pengalaman melukat Bali lebih sepi dan alami. Tempat ini termasuk cagar budaya, dengan struktur kuno mempesona.

1 dari 2 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga: