swipe up
[modern_search_box]

Dewasa Ayu: Panduan Hari Baik Membeli Barang Elektronik dalam Tradisi Hindu Bali

 Dewasa Ayu: Panduan Hari Baik Membeli Barang Elektronik dalam Tradisi Hindu Bali

Kalender Bali menunjukkan Tilem/ kabarportal

DENPASAR, KABARPORTAL.COM - Di tengah kehidupan modern yang semakin bergantung pada teknologi, umat Hindu di Bali tetap memperhatikan tradisi leluhur saat melakukan pembelian penting seperti barang elektronik.

Konsep dewasa ayu, yang merujuk pada hari baik berdasarkan perhitungan wariga dalam kalender Bali, menjadi acuan utama untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan membawa keberuntungan. Meskipun kalender Bali awalnya lebih menekankan pada aktivitas keagamaan dan agraris, prinsip ini telah diadaptasi untuk kebutuhan kontemporer seperti membeli ponsel, laptop, atau perangkat rumah tangga lainnya.

Memahami Dewasa Ayu dalam Konteks Hindu Bali

Dewasa ayu berasal dari lontar wariga, naskah kuno yang memandu penentuan hari baik dan buruk berdasarkan siklus alam serta pengaruh kosmis. Dalam tradisi Hindu Bali, pemilihan hari ini membantu menghindari energi negatif yang bisa memengaruhi hasil suatu kegiatan. Para ahli seperti I Gde Marayana, penyusun kalender dari Buleleng, menjelaskan bahwa dewasa ayu ditentukan melalui perhitungan rumit yang melibatkan wuku, sasih, dan elemen-elemen astrologi Bali. Proses ini memastikan harmoni antara manusia dan alam semesta, sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan antara Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Saat membeli barang elektronik, umat Hindu Bali sering mengaitkannya dengan dewasa ayu perdagangan, karena pembelian melibatkan transaksi ekonomi. Hari-hari ini dipilih untuk mendukung kelancaran proses dan umur panjang barang yang dibeli.

Hari Baik yang Direkomendasikan untuk Pembelian

promo pembuatan website bulan ini



Tradisi Bali merekomendasikan hari Kajeng Dadi sebagai salah satu dewasa ayu yang cocok untuk membeli barang elektronik. Hari ini dianggap membawa energi positif yang mendukung kestabilan dan kemakmuran. Selain itu, hari Tulus juga sering dipilih karena sifatnya yang netral dan mendukung berbagai aktivitas produktif. Kedua hari ini muncul secara berkala dalam kalender Bali, dan umat bisa memeriksanya melalui aplikasi atau situs kalender tradisional.

Penting untuk memeriksa apakah hari tersebut tidak bertabrakan dengan elemen buruk. Misalnya, hindari hari yang bertemu dengan Kala Papasan atau Kala Sudukan, karena keduanya dipercaya membawa pengaruh negatif yang bisa menyebabkan kerusakan atau masalah di kemudian hari. Penyesuaian ini memungkinkan tradisi kuno tetap relevan di era digital, di mana barang elektronik menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

1 dari 2 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga: