swipe up
[modern_search_box]

Hari Ini Tilem Sasih Karo, Begini Penjelasan Lontar Sudarigama

 Hari Ini Tilem Sasih Karo, Begini Penjelasan Lontar Sudarigama

Kalender Bali menunjukkan Tilem/ kabarportal

KABARPORTAL.COM - Hari ini umat Hindu Bali menyambut Tilem Karo setiap tahunnya pada fase bulan mati (bulan gelap) di sasih Karo, yaitu bulan kedua menurut kalender tradisional Bali. Fenomena astronomis ini dipahami sebagai momentum spiritual untuk introspeksi mendalam serta pembersihan diri dari berbagai noda jiwa.

Makna Spiritual di Balik Pekatnya Kegelapan

Pemujaan pada Tilem Karo ditujukan khusus kepada Dewa Siwa. Menurut Dosen Sastra Bali Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa, teks kuno Jnyana Sidhanta memaparkan konsepsi tentang kesucian: di dalam matahari bersemayam kesucian, di dalam kesucian terdapat Siwa, dan di dalam Siwa tersembunyi kegelapan yang paling pekat.

Masyarakat Hindu Bali tidak memandang kegelapan ini sebagai sesuatu yang menakutkan. Kegelapan justru dimuliakan sebagai ruang hening untuk menyatukan pikiran dan melebur kekotoran batin.

Tata Cara Ritual Tilem Karo Sesuai Lontar Sundarigama

Pelaksanaan puji bakti saat Tilem Karo berlangsung pada tengah malam melalui yoga meneng (meditasi hening). Lontar Sundarigama memberikan arahan eksplisit mengenai tata cara persembahannya:

Mwang tka ning tilem, wenang mupuga lara roga wighna ring sarira, turakna wangi-wangi ring sanggar parhyangan, mwang ring luhur ing aturu, pujakna ring widyadari widyadara, sabhagyan pwa yanana wehana sasayut widyadari 1, minta nugraha ri kawyajnana ning saraja karya, ngastriyana ring pantaraning ratri, yoga meneng, phalanya lukat papa pataka letuh ning sarira.

promo pembuatan website bulan ini



Berdasarkan petunjuk tersebut, umat menghaturkan wangi-wangian di sanggar pemujaan serta di area tempat tidur sebagai penghormatan kepada widyadari dan widyadara. Persembahan sesayut widyadari dihaturkan guna memohon anugerah ketangkasan serta kelancaran dalam menyelesaikan berbagai tugas kehidupan.

Aspek penghormatan terhadap kegelapan ini digali secara kritis oleh IBM Dharma Palguna dalam bukunya, Sekarura. Ia menguraikan bahwa menghormati pekatnya Tilem memiliki bobot spiritual yang seimbang dengan memuja terangnya Purnama.

Pura Penileman sebagai Sentra Pemujaan

Pura Penileman di Kabupaten Bangli memegang peranan krusial sebagai pusat pemujaan Tilem. Di tempat suci ini, umat memohon pengidep pati—sebuah keteguhan spiritual dari Dewa Siwa untuk memperkuat batin manusia. Penemuan arca Dewa Ganesa (Dewa Gana) di situs ini menjadi bukti arkeologis kuat yang menegaskan historisitas serta otoritas Pura Penileman sebagai punden pemujaan sejak masa lampau.

1 dari 2 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga:

✖