swipe up
[modern_search_box]

10 Kuliner Khas Bali di Kabupaten Gianyar yang Bikin Liburan Makin Menggoda

 10 Kuliner Khas Bali di Kabupaten Gianyar yang Bikin Liburan Makin Menggoda

Olahan Empas menjadi kuliner langka yang ada di Gianyar/ Lawar Kuwir 99/ Kabarportal

GIANYAR, KABARPORTAL.COM - Bayangkan pagi cerah di Ubud, angin sepoi menyapa sawah hijau, dan tiba-tiba perut keroncongan karena aroma rempah yang menyeruak dari warung pinggir jalan. Kabupaten Gianyar, jantung seni dan budaya Bali, bukan cuma soal pura megah atau pasar seni yang ramai—tapi juga surga bagi para pencinta kuliner Bali.

Di sini, makanan tradisional Gianyar menyimpan cerita leluhur, dari resep turun-temurun hingga inovasi sederhana yang bikin lidah bergoyang. Kalau kamu lagi rencana liburan ke Bali, jangan lewatkan 10 kuliner khas ini. Dijamin, rasanya autentik, harga ramah, dan bikin pengen balik lagi. Yuk, simak satu per satu!

1. Babi Guling: Sang Raja Sarapan Pagi di Ubud

Siapa yang bisa menolak daging babi empuk dibalut kulit renyah, disiram kuah kaldu gurih? Babi guling khas Gianyar lahir dari tradisi upacara adat, tapi kini jadi andalan sarapan di warung-warung Ubud. Resepnya sederhana: babi utuh diisi bumbu base genep—campuran kunyit, serai, dan cabai—lalu digulingkan di atas bara api hingga harum. Coba di Warung Ibu Oka di Jalan Tegal Sari; porsinya melimpah dengan lawar segar dan sambal matah yang nendang. Harga mulai Rp 50.000, cocok buat mulai hari dengan energi Bali penuh.

2. Nasi Ayam Kedewatan: Pedas Manis ala Desa Tersembunyi

Lupa sejenak hiruk-pikuk Ubud, mampir ke Kedewatan untuk nasi ayam yang legendaris ini. Nasi ayam Kedewatan Ibu Mangku, yang berdiri sejak 1970-an, sajikan ayam suwir pedas dibumbui serai dan kunyit, lengkap dengan telur pindang, sate lilit mini, dan sambal embe yang bikin mata berair. Tekstur ayamnya lembut, nasi harum santan, sempurna dipadukan urap sayur. Di Jalan Raya Kedewatan, tempatnya sederhana tapi vibes-nya seperti makan di rumah saudara. Satu porsi Rp 25.000—murah meriah untuk rasa yang bikin nostalgia.

3. Lawar Plek: Campuran Segar dari Ketewel

promo pembuatan website bulan ini



Lawar plek, varian lawar khas Sukawati, adalah bukti betapa kreatifnya masakan Bali. Campur daging babi cincang, parutan kelapa, sayur nangka muda, dan darah segar yang dibumbui merica hijau serta base genep—semua dicampur manual biar meresap. Hasilnya? Hidangan segar tapi kaya rasa, sering disandingkan tum dan urutan goreng. Cari di warung desa Ketewel; makanannya disajikan di daun pisang, bikin pengalaman kuliner Bali makin otentik. Cocok buat yang suka tekstur renyah dan gurih, harga sekitar Rp 20.000 per porsi.

1 dari 3 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga: