swipe up
[modern_search_box]

Cara Melukat untuk Ibu Hamil, Pembersihan dan Penjelasan Singkat

 Cara Melukat untuk Ibu Hamil, Pembersihan dan Penjelasan Singkat

ilustrasi ibu hamil/ kabarportal

DENPASAR, KABARPORTAL.COM – Bagi umat Hindu, khususnya di Bali, istilah melukat bukanlah sesuatu yang asing. Namun, apa sebenarnya makna di balik ritual melukat ini?

Secara sederhana, melukat adalah upacara pembersihan spiritual yang bertujuan untuk menyucikan jiwa dan raga dari segala bentuk kotoran atau noda, baik secara fisik maupun batin. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa Kuno, “lukat,” yang berarti bersih atau suci.

Ritual ini sering dilakukan di sumber air alami, seperti sungai, laut, atau pertemuan antara keduanya, dan biasanya berlangsung di tempat suci seperti Pura Segara atau Pura Beji. Selain itu, ada pula yang memilih untuk nunas tirta penglukatan di pura yang diyakini memiliki energi positif, seperti Sanggah Kemulan.

Pentingnya Melukat bagi Ibu Hamil

Melukat saat hamil memiliki makna mendalam dalam tradisi Hindu. Upacara ini dianggap sangat penting karena bertujuan untuk membersihkan noda atau leteh yang mungkin melekat pada ibu dan janin yang dikandungnya.

promo pembuatan website bulan ini

Dengan melukat, diharapkan anak yang lahir kelak terbebas dari sifat-sifat buruk dan belenggu spiritual, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan jiwa yang suci dan bersih. Proses ini juga menjadi bentuk doa untuk kesehatan dan keselamatan ibu serta bayinya.



Tahapan Prosesi Melukat

Prosesi melukat untuk ibu hamil dilakukan dengan penuh makna dan melibatkan beberapa tahapan yang terstruktur. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Persiapan Upakara
    Tahap awal melibatkan penyiapan sarana upacara, seperti banten (sesajen) dan perlengkapan lainnya, yang akan digunakan dalam ritual. Persiapan ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan kelancaran prosesi.
  2. Nunas Tirta di Sanggah Kemulan
    Pada tahap ini, ibu hamil memohon tirta pembersihan di Sanggah Kemulan. Air suci ini diyakini mengandung berkah dari Bhatara-Bhatari yang bersemayam di Rong Telu, memberikan vibrasi spiritual yang positif.
  3. Upacara Mabyakala
    Upacara ini bertujuan untuk menangkal marabahaya dan memohon perlindungan kepada Sang Hyang Agni. Melalui Mabyakala, segala bentuk energi negatif atau bahaya yang dapat mengganggu ibu dan janin diusir, sekaligus memohon kekuatan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Proses Melukat
    Inti dari ritual ini adalah pengelukatan, di mana ibu hamil disiramkan air suci untuk menyucikan jiwa dan raga. Proses ini dianggap memiliki kekuatan spiritual untuk menghilangkan noda batin yang mungkin masih melekat, sehingga ibu dan janin menjadi suci.

Penutup Ritual dengan Doa Bersama

Setelah prosesi melukat selesai, acara ditutup dengan sembahyang bersama. Doa-doa dipanjatkan untuk memohon agar anak yang lahir kelak terbebas dari noda spiritual dan sifat buruk, serta dapat tumbuh dengan jiwa yang bersih dan penuh kebaikan.

Makna Spiritual Melukat

Ritual melukat bukan sekadar tradisi, tetapi juga sebuah proses spiritual yang sarat makna. Dalam keyakinan Hindu, melukat dianggap memiliki “mujizat” spiritual yang mampu menyucikan ibu hamil dan janin dari segala kotoran batin. Dengan menjalani upacara ini, ibu hamil tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik, tetapi juga memastikan kesiapan spiritual untuk menyambut kelahiran anaknya.



Melukat tetap menjadi salah satu tradisi penting dalam budaya Hindu, khususnya di Bali, yang terus dilestarikan hingga kini. Ritual ini mencerminkan keseimbangan antara kehidupan duniawi dan spiritual, sekaligus menjadi wujud doa untuk kehidupan yang lebih suci dan harmonis.

***
Catatan: Artikel ini dirangkum dari beragam sumber, disarankan konsultasi terlebih dahulu dengan orang yang lebih memahami seperti Sulinggih atau Jro Mangku.

Tim Kabarportal

Baca Juga: