Pegatwakan, Akhir dari Rangkaian Galungan dan Kuningan

 Pegatwakan, Akhir dari Rangkaian Galungan dan Kuningan

ilustrasi Penjor by Philippe HELLOIN/ flickr/ kabarportal

 

 

KABARPORTAL.COM – Buda Kliwon Wuku Pahang atau yang juga dikenal dengan Pegat Uwakan merupakan akhir dari rangkaian Galungan dan Kuningan.

 

promo pembuatan website bulan ini

Saat rainan Pegatwakan ini umat Hindu akan mencabut penjor yang sebelumnya telah dipadang saat Penampahan Galungan di depan rumah.



 

Pun, seluruh sarana yang ada pada penjor ditanggalkan kemudian dibakar.

Baca Juga:  Makna Jaja dalam Banten Hindu di Bali

 



Setelah itu, abu dari hasil pembakaran itu dimasukkan dalam klungan nyuh gading yang sebelumbnya sudah dikasturi.

 

Ketika abu tersebut telah dimasukkan dalam klungah nyuh gading, kemudian klungah tadi ditanam pada lubang tempat menanam penjor.

Baca Juga:  Ala Ayuning Dewasa Juma, 16 Juni 2023, Baik untuk Membuat Pagar Tidak Baik untuk Ini

 

Lontar Sundarigama menyebutkan tentang rainan Pegatwakan sebagai berikut ini:

 

Pahang, Buda Kliwon Pegatwakan, ngaran, pati warah panelasning mengku, biana semadi, waraning Dungulan ika, wekasing perelina, ngaran kalingan ika, pakenaning sang wiku lumekasang kang yoga semadi, umoring kala ana ring nguni, saha widi-widana sarwa pwitra, wangi-wangi, astawakna ring sarwa dewa, muang sesayut dirgayusa abesik, katur ring Sang Hyang Tunggal, panyeneng tatebus.

Baca Juga:  Sabuh Mas, Soma Ribek rangkaian Pagerwesi

 

Terjemahannya:

 

Buda Kliwon Pahan adalah hari raya Pegatwakan dan disebut dengan Pegatwakan karena akhir dari tapa brata.

 

Sang Wiku patut melakukan renungan suci dengan menggunakan saran wangi-wangi serta sesayut dirgayusa.

Baca Juga:  Banten Purnama Sadha, Ini Penjelasannya Berdasarkan Lontar dan Larangannya

 

Ini dipersembahkan kepada Sang Hyang Tunggal yang juga dilengkapi dengan penyeneng serta tetebus.

 

Masih dalam Lontar Sundarigama, Pegatwakan memiliki arti yakni putusnya perkataan.

 

Lalu, diartikan pula sebagai akhir masa melaksanakan dhyana semadi dalam rangka perayaan hari suci pada Wuku Dungulan atau puncak peleburan.

Baca Juga:  Jenis-jenis Sanggah Merajan di Bali yang Wajib Diketahui

 

Itulah penjelasan singkat tentang rainan Pegat Uwakan yakni akhir dari rangkaian Galungan dan Kunignan. ***

 

ikuti kami di Google News

0 Reviews

Write a Review

ikuti kami di Google News

0 Reviews

Write a Review

Baca Juga:

error: Content is protected !!