swipe up
[modern_search_box]

Mau Bersihkan Diri dari Aura Negatif? Melukat Saja di Pengasti Segara

 Mau Bersihkan Diri dari Aura Negatif? Melukat Saja di Pengasti Segara

Pengasti Segara di Pura Tanah Kilap Denpasar/ kabarportal

DENPASAR, KABARPORTAL.COM - Bali memiliki banyak tempat untuk melukat, namun kita berbicara di wilayah Denpasar saja dulu. Lokasinya dekat dengan Pura Candi Narmada, tempat melukat ini dipercaya mampu memberikan pembersihan secara sekala dan niskala.

Umat Hindu (Krama) yang memiliki intensi untuk membersihkan diri dari paparan aura negatif dapat mendatangi Pura Dang Kahyangan, Gria Anyar Tanah Kilap.

Lokasi ini berada di Banjar Gelogor Carik, Desa Pakraman Pemogan, Denpasar Selatan. Fokus utama bagi pemohon anugerah pembersihan adalah sebuah pelinggih spesifik bernama Pengasti Segara.

Urutan dan Esensi Ritual

Jero Mangku I Nyoman Sarmada, salah satu pemangku di pura tersebut, menjelaskan bahwa prosesi persembahyangan idealnya dimulai dari area Beji atau Pura Segara. Pelinggih Pengasti Segara menjadi titik krusial bagi umat yang hendak melakukan nunas penglukatan sekaligus bersembahyang di kompleks Gria Anyar Tanah Kilap.

promo pembuatan website bulan ini



Secara teknis, ritual penglukatan berfungsi sebagai sarana purifikasi diri. Tujuannya adalah menetralisasi residu negatif dalam tubuh, pikiran, maupun jiwa manusia. Ritual ini juga kerap diikuti oleh umat yang merasa menderita penyakit nonmedis atau gangguan magis guna mengembalikan keseimbangan energi positif dalam diri.

Persiapan dan Sarana Upakara

Bagi krama yang berencana tangkil (datang bersembahyang), terdapat sejumlah sarana yang wajib disiapkan:

  • Banten Pejati.
  • Bungkak Gading (Kelapa Gading) sebanyak satu butir per orang.
  • Tujuh jenis bunga (kembang tujuh rupa).
  • Beras Kuning.

Mengingat prosesi penglukatan melibatkan penyiraman air suci dari ujung kepala hingga kaki, krama sangat disarankan untuk membawa pakaian ganti. Pascaproses penglukatan, umat diarahkan untuk melaksanakan persembahyangan di hadapan Ida Dewi Gangga. Tahapan ini bertujuan memohon berkat kesehatan serta keselamatan yang berkelanjutan.

Waktu Pelaksanaan dan Pelayanan

Meskipun pemangku tidak menetapkan hari khusus secara kaku, masyarakat umumnya memilih hari-hari suci seperti Purnama atau Kajeng Kliwon. Pemilihan hari Purnama didasari atas pertimbangan kondisi psikologis umat yang cenderung lebih tenang, bersih, dan bebas dari pikiran negatif pada saat tersebut. Namun, pada prinsipnya, pelaksanaan ritual kembali pada kesiapan waktu dan kemantapan hati masing-masing individu.

1 dari 2 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga:

✖