swipe up
[modern_search_box]

Daftar Rahinan Purnama dan Tilem Selama Tahun 2026

 Daftar Rahinan Purnama dan Tilem Selama Tahun 2026

Kalender Bali menunjukkan Tilem/ kabarportal

DENPASAR, KABARPORTAL.COM - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari di Bali, umat Hindu selalu menyempatkan waktu untuk merayakan Purnama dan Tilem sebagai momen sakral yang menyatukan manusia dengan alam semesta. Kedua hari suci ini, yang jatuh setiap bulan berdasarkan kalender Saka, membawa nuansa spiritual yang dalam dan memperkaya budaya Bali dengan ritual penuh makna. Mari kita telusuri lebih jauh tentang arti, perayaan, dan esensi dari Purnama serta Tilem dalam agama Hindu Bali.

Apa Itu Purnama dalam Hindu Bali?

Purnama menandai saat bulan mencapai fase penuh, di mana cahayanya memancarkan kecerahan maksimal di langit malam. Umat Hindu Bali memandang hari ini sebagai waktu ideal untuk menyatakan rasa syukur atas berkah yang telah diterima sepanjang bulan sebelumnya. Mereka memuja Sang Hyang Chandra, dewa bulan, melalui persembahan yang melambangkan kesempurnaan dan pencerahan batin. Cahaya bulan purnama dianggap membawa energi positif yang membersihkan noda dalam jiwa, sehingga banyak orang memanfaatkannya untuk meningkatkan spiritualitas melalui doa dan meditasi.

Perayaan Purnama biasanya berlangsung meriah di pura-pura besar maupun di rumah tangga. Umat menyiapkan banten, yaitu sesajen berupa bunga, buah, dan wewangian, yang dihaturkan sebagai bentuk bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Acara ini sering disertai dengan tirtha yatra, di mana keluarga berkumpul untuk berdoa bersama, menciptakan suasana hangat yang mempererat ikatan sosial.

Makna Tilem sebagai Hari Introspeksi

Berbeda dengan Purnama yang penuh cahaya, Tilem terjadi saat bulan memasuki fase baru, di mana langit tampak gelap tanpa sinar bulan. Hari ini menjadi simbol kegelapan batin yang perlu dibersihkan, mendorong umat untuk melakukan introspeksi diri dan memohon ampunan atas kesalahan. Tilem dipersembahkan kepada Sang Hyang Surya, dewa matahari, dengan fokus pada pembersihan lahir dan batin untuk mencapai kedamaian inner.

promo pembuatan website bulan ini



Ritual pada Tilem cenderung lebih pribadi dan tenang. Banyak umat yang melaksanakan melukat, yaitu mandi suci di sumber air keramat untuk membersihkan diri dari energi negatif. Persembahan seperti mecaru juga dilakukan untuk menetralkan pengaruh buruk dari butha kala, memastikan harmoni antara manusia dan alam sekitar. Momen ini mengajak setiap individu untuk merefleksikan perjalanan hidup mereka, memperkuat kendali diri dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

1 dari 3 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga: