Rayakan Hari Jadi Ke-7, Swarga Suites Angkat Konsep Tri Hita Karana

 Rayakan Hari Jadi Ke-7, Swarga Suites Angkat Konsep Tri Hita Karana

Rayakan Hari Jadi Ke-7, Swarga Suites Angkat Konsep Tri Hita Karana

KABARPORTAL.COM – Perayaan Anniversary ke-7, Swarga Suites Bali Berawa mengangkat tema “7ourney of Swarga” dengan konsep Tri Hita Karana. Tri Hita Karana berasal dari kata “tri” yang berarti tiga,  “hita”  yang  berarti  kebahagiaan  dan  “karana”  yang  berarti  penyebab.

Dengan demikian  Tri  Hita  Karana  berarti  “tiga  penyebab  terciptanya  kebahagiaan”.  Ketiga hubungan itu meliputi Hubungan Manusia dengan Tuhan, Hubungan Manusia dengan Manusia dan Hubungan Manusia dengan Lingkungan atau Alam.

Memaknai konsep Tri Hita Karana ini, berbagai rangkaian kegiatan dilakukan dalam memeriahkan anniversary atau ulang tahun ke-7 tahun ini. Diawali dengan kegiatan CSR ke Panti Asuhan Destawan yang terletak di Kabupaten Buleleng, Bali, pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2023.

Baca Juga:  Selain Duryodana dan Dursasana, Ini Nama 100 Tokoh Kurawa dalam Kisah Mahabharata

promo pembuatan website bulan ini

 



Acara dimulai dari pukul 8 pagi dengan melakukan touring bersama ke Panti Asuhan. Setelah sampai di tempat Panti Asuhan, acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Gede Bimbi Sanjaya General Manager Swarga Suites Bali Berawa dan Bapak Ketut dari pihak Panti Asuhan Destawan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan serah terima bantuan, nyanyi bersama dan ditutup dengan foto bersama. Kegiatan ini membuat para staff yang hadir sadar akan betapa pentingnya menghargai sesama dan harus bersyukur serta berbagi kebahagiaan.

Sebagai wujud implementasi konsep Tri Hita Karana meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, berikutnya para staff melanjutkan persembahyangan bersama pada tanggal 31 Agustus  2023  ke  Pura  Rambut  Siwi,  Pura  Melanting  dan  Pura  Pulaki.

Baca Juga:  Kehangatan Malam Natal di Swarga Suites Diisi dengan Berbagi Kasih Bersama Panti Asuhan LKSA William Booth



 

Tirtayatra  sendiri memiliki makna perjalanan suci untuk mendapatkan atau memperoleh air suci. Tirtayatra dalam bahasa sehari-hari di Bali dipahami dengan tangkil atau sembahyang ke pura- pura. Tirtayatra tidak memandang orang dalam status apapun baik kaya atau miskin asal didasarkan pelaksanaan bhakti yang tulus ikhlas, tekun, dan sungguh-sungguh. Selain untuk  tujuan  bersembahyang,  tirtayatra  juga  dapat  meningkatkan  pengendalian  diri, serta interaksi yang positif diantara para pelaku tirtayatra.

Puncak acara anniversary yang ke-7 berlangsung pada hari Jumat, 1 September 2023. Swarga Suites Bali Berawa bekerjasama dengan semua lapisan masyarakat meliputi pemerintah Desa Tibubeneng, masyarakat sekitar, para tamu yang menginap dan staff. Dimana dengan melakukan kerja bakti bersama untuk membersihkan pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan cara pelepasan tukik atau bayi penyu yang bekerja sama dengan Balai Konservasi Tukik Kuta Station, Bali. Sebelum memulai pelepasan Tukik, acara dibuka dengan tarian Wasundhari. Tarian Wasundhari merupakan

karya tari kreasi baru sebagai maskot Desa Tibubeneng yang menggambarkan kekuatan Supranatural dimiliki oleh Raja Tibubeneng pada masanya sehingga memperoleh Anugrah Air yang keluar sebagai mata air menggenangi dasr Sungai (Tibuan) yang sebelumnya kering (neng).

Baca Juga:  Tidak Hanya Tahun Baru Masehi, Inilah Beragam Jenis Tahun Baru di Seluruh Dunia

 

Gerak-gerik Tari Wasundhari sangat dinamis, lincah dan penuh kelembutan bagaikan air yang keluar dari mata air suci bening meresapi Bumi/Ibu Pertiwi memberi kehidupan semua mahluk dimuka bumi ini. Dengan harapan, tarian ini dapat menginspirasi pemimpin Desa Tibubeneng agar senantiasa memiliki sifat seperti Air, mampu  meresap  disetiap  lapisan  Masyarakat,  tidak  pilih  kasih  menyerap  aspirasi masyarakatnya, dengan tujuan mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, makmur wahya dyatmika  (lahir  bhatin)  dengan  selalu  berpegang  pada  dharma,  penuh  cintakasih, Menyama Beraya, memelihara, menghormati Ibu Pertiwi / Dewi Wasundhari.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Utama Bapak Angkola Ogessardo  Siregar  kepada  General  Manager  Bapak  Gede  Bimbi  Sanjaya.  Penyerahan pemotongan tumpeng ini sebagai lambang ucapan rasa syukur di usia ke-7 dapat memberikan layanan terbaik kepada para tamu yang menginap sekaligus tetap memperhatikan kesejahteraan terbaik bagi seluruh staff.

“Swarga  diangkat  dari  bahasa  Sansekerta,  yang  memiliki  arti  “surga”.  Sesuai  dengan konsep yang dibawakan tahun ini yaitu Tri Hita Karana dengan tema 7ourney of Swarga. Saya berharap semoga ke depannya, Swarga Suites Bali Berawa semakin sukses dan menjadi surga bagi pemilik, staff, tamu, Desa Tibubeneng, Bali dan di mata dunia”. Ujar Bapak Gede Bimbi Sanjaya selaku General Manager. ***

ikuti kami di Google News

0 Reviews

Write a Review

ikuti kami di Google News

0 Reviews

Write a Review

Baca Juga:

error: Content is protected !!