UNIK, Berikut 5 Fakta Unik dan Istimewa dari Pelaksanaan Nyepi

 UNIK, Berikut 5 Fakta Unik dan Istimewa dari Pelaksanaan Nyepi

Ogoh-ogoh menjadi salah satu ciri khas ketika Nyepi, Ogoh-ogoh diarak pada saat Tilem Kesanga atau Pengrupukan/ Windi Eka Setiawan/ Flicker/ Kabarportal

KABARPORTAL.COM – Ketahui hal unik dari pelaksanaan Nyepi yang hanya ada di Bali. Bahkan saat pelaksanaannya, bandara udara dan dermaga pun tidak beraktifitas dalam sehari.

Nyepi atau tahun baru saka digelar setiap tahun pada bulan Maret tepatnya saat Tilem Sasih Kesanga.  Kemudian pada esok harinya Sasi Kedasa warga Bali tidak akan keluar rumah dalam waktu sehari atau 1×24 jam.

Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI menyebutkan bahwa Nyepi memiliki tujuan untuk menyucikan Bhuana Alit dan Bhuana Agung. Seluruh aktifitas dalam sehari akan terhenti yang dikenal dengan istilah Catur Brata Penyepian.

Baca Juga:  5 Pura di Bali Ini Dipercaya Bisa Membuat Enteng Jodoh dan Rezeki Lancar

Catur Brata Penyepian ini terdisi dari Amati Karya (tidak melalukan segala kegaitan atau tidak bekerja), Amati Geni (tidak menyalakapan lampu atau api), Amati Lelungan ( tidak melakukan bepergian) dan terakhir Amati Lelanguan (tidak melakukan hura-hura).

Baca Juga:  Bingung Mau Makan Apa? Cobain Deh 5 Rekomendasi Kuliner Halal di Bali, Soto Ayam Enak di Denpasar

promo pembuatan website bulan ini

Dan berikut ini adalah 5 hal istimewa dari pelaksanaan Nyepi.



Hanya Ada di Bali

Nyepi hanya ada di Bali yang dilaksanakan saat pergantian Tahun Saka yakni pada Tilem Sasih Kesanga.

Tanpa Aktifitas dalam Sehari

Dalam melaksanakan Nyepi, Bali akan benar-sebanr sepi tanpa aktifitas. Jalanan, udara dan transportasi laut juga akan dihentikan selama sehari penuh.

Baca Juga:  Jenis-jenis Sanggah Merajan di Bali yang Wajib Diketahui

Bahkan pada malam hari Blai akan benar-benar gelap karena tidak boleh menyalakan lampu terkecuali pada hal tertentu. Nyepi dilaksanakan selama 24 jam dari jam 6 pagi hingga jam 6 pagi keesokan harinya.

Identik dengan Ogoh-ogoh

Saat Pengerupukan, warga di seluruh Bali akan mengarak Ogoh-ogoh dari masing-masing desa/ banjar.  Bahka Ogoh-ogoh ini dilombakan dalam tingkat provinsi tau tingkat kabupaten/ kota.



Baca Juga:  Banten Soma Ribek dan Larangannya

Dampak Baik untuk Lingkungan

Saat pelaksanaan Nyepi setidaknya tercatat memiliki dampak baik bagi linkungan yakni mengurangi emisi karbon dioksida hingga 20 ribu ton serta emisi gas rumah kaca yang berkurang sampai 33 persen.

Bukan itu saja, listri pun mengalami penghematan sebesar 290 megawatt dengan total nilai sekitar 4 miliar rupiah. Dan hemat sektiar 500 ribu liter di dua PLTU bali.

Itulah keunikan pelaksanaan Nyepi di Bali yang pada tahun 2023 ini berlangsung pada 22 Maret. ***

0 Reviews

Write a Review

ikuti kami di Google News

0 Reviews

Write a Review

Baca Juga:

error: Content is protected !!