Menjelajah Cita Rasa Ujung Timur Bali: 5 Kuliner Ikonik Karangasem yang Wajib Dicicipi

Menjelajah Cita Rasa Ujung Timur Bali: 5 Kuliner Ikonik Karangasem yang Wajib Dicicipi/ kabarportal
KARANGASEM, KABARPORTAL.COM - Karangasem tidak sekadar menawarkan kemegahan Pura Besakih atau eksotisme Taman Ujung yang bersejarah. Di balik arsitektur kerajaan dan alamnya yang asri, wilayah di ujung timur Pulau Dewata ini menyimpan harta karun berupa tradisi kuliner yang terjaga murni secara turun-temurun. Setiap suapannya menceritakan sejarah, adaptasi masyarakat, dan kekayaan rempah yang autentik.
Bagi pencinta wisata kuliner, Karangasem adalah destinasi yang menawarkan rasa berbeda dari hingar bingar Bali Selatan. Berikut adalah lima kuliner tradisional Karangasem yang wajib masuk dalam daftar buruan Anda.
1. Nasi Sela: Simbol Kreativitas di Masa Sulit
Lahir dari memori kolektif masyarakat pada era 1970-an, Nasi Sela menjadi bukti betapa kreatifnya warga Karangasem dalam menyiasati kelangkaan beras saat itu. Hidangan ini merupakan perpaduan nasi putih dengan cacahan ubi jalar (sela) yang memberikan sentuhan rasa manis alami.
Kini, Nasi Sela telah naik kelas menjadi hidangan primadona. Biasanya, nasi ini disajikan lengkap dengan lauk-pauk menggugah selera seperti ayam betutu, sayur urap, dan tentu saja siraman sambal matah yang pedas segar.
2. Plecing Telengis: Keajaiban dari Endapan Santan
Berbeda dengan plecing kangkung biasa, Karangasem memiliki varian istimewa bernama Plecing Telengis. Keunikannya terletak pada penggunaan telengis, yaitu endapan hasil proses pengolahan santan menjadi minyak kelapa (minyak klentik).
Tekstur telengis yang gurih dicampur dengan ulekan cabai, bawang, dan terasi, lalu disiramkan di atas rebusan kangkung atau bayam segar. Aroma khas dari proses tradisional ini memberikan sensasi rasa yang dalam dan sulit ditemukan di tempat lain.
3. Pepes Telengis: Balutan Rempah yang Meresap
Masih memanfaatkan bahan dasar telengis, masyarakat setempat juga mengolahnya menjadi pepes. Campuran endapan santan, parutan kelapa, dan bumbu genep (bumbu lengkap khas Bali) dipadukan dengan pilihan protein seperti ayam, ikan, atau udang.
Dibungkus rapat menggunakan daun pisang kemudian dikukus, aroma harum dari daun yang layu menyatu sempurna dengan gurihnya rempah di dalamnya. Hidangan ini sangat cocok dinikmati bersama sepiring nasi hangat.

