swipe up
[modern_search_box]

Selain Purnama Tilem, Tumpek Kandang Rahinan Penting Selama Februari 2026

 Selain Purnama Tilem, Tumpek Kandang Rahinan Penting Selama Februari 2026

ilustrasi banten hindu/ canvakabarportal/

DENPASAR, KABARPORTAL.COM - Bali memasuki bulan Februari 2026 dengan rangkaian perayaan spiritual yang kental akan nilai budaya. Pada 2 Februari 2026, warga Pulau Dewata memperingati purnama, bulan penuh yang menjadi momentum penting untuk persembahyangan dan refleksi diri.

Purnama tidak hanya menandai siklus alam, tetapi juga mengingatkan masyarakat Bali akan hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta.

Tanggal 7 Februari 2026 menjadi sorotan khusus karena bertepatan dengan Tumpek Kandang, salah satu upacara besar di Bali. Upacara ini memuliakan hewan peliharaan dan ternak, di mana warga menggelar selamatan dan persembahyangan kepada Sang Rare Angon, dewa pelindung ternak.

Harapan masyarakat adalah agar hewan peliharaan tetap sehat, terhindar dari penyakit, dan membawa berkah bagi pemiliknya. Tradisi ini mencerminkan keterikatan mendalam masyarakat Bali dengan alam dan makhluk hidup di sekitarnya.

promo pembuatan website bulan ini



Selain Tumpek Kandang, bulan Februari juga menghadirkan sejumlah hari penting lain dalam kalender Bali. Beberapa di antaranya adalah:

  • 11 Februari 2026 – Buda Wage Menail, hari dengan nilai spiritual tertentu dalam kalender tradisional Bali.
  • 12 Februari 2026 – Kajeng Keliwon Uwudan, momentum untuk melaksanakan persembahyangan khusus sesuai adat setempat.
  • 13 Februari 2026 – Hari Bhatara Sri, peringatan untuk menghormati Dewi Padi, simbol kesuburan dan kesejahteraan masyarakat.
  • 16 Februari 2026 – Tilem, bulan mati yang menjadi waktu tepat untuk introspeksi dan menjalankan ritual tertentu.
  • 27 Februari 2026 – Kajeng Keliwon Enyitan, hari penuh makna yang menutup rangkaian ritual penting di bulan ini.

Rangkaian kalender ritual ini bukan hanya panduan spiritual bagi warga Bali, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan dan peneliti budaya. Setiap perayaan memancarkan nilai religius dan kearifan lokal, menjadikan Bali sebagai pusat budaya yang hidup, lestari, dan terus menarik perhatian dunia.

***

1 dari 1 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga: