Mengenal Jenis Tetandingan Banten Sesayut: Simbol Harapan dan Stana Dewata dalam Tradisi Hindu di Bali

Ilustrasi banten saraswati/ kabarportal
DENPASAR, KABARPORTAL.COM - Dalam tata upacara agama Hindu di Bali, keberadaan upakara bukan sekadar simbol estetika, melainkan sebuah bahasa komunikasi antara umat dengan sang pencipta. Salah satu instrumen ritual yang memiliki kedudukan sangat vital adalah Banten Sesayut atau yang juga dikenal sebagai Banten Tatebasan. Kehadirannya senantiasa hadir dalam berbagai dimensi upacara, baik yang berskala kecil maupun besar.
Jika kita menilik lebih dalam melalui pendekatan etimologi, istilah Sesayut berakar dari kata Sayut atau Nyayut. Kata ini mengandung makna yang sangat dalam, yakni sebuah tindakan untuk mengharapkan, mendoakan, menstanakan, sekaligus mengembalikan energi spiritual ke titik harmoni. Sementara itu, istilah Tatebasan yang berakar dari kata Tebas memiliki esensi yang selaras dengan Sesayut, yaitu sebagai sarana penebusan atau permohonan tulus.
Setiap upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu menggunakan jenis Banten Sesayut yang berbeda-beda. Hal ini sangat bergantung pada harapan, tujuan, serta tingkatan upacara tersebut. Bahkan dalam ritual Dewa Yadnya, jenis Sesayut yang dipergunakan akan disesuaikan dengan manifestasi atau Ista Dewata yang dipuja atau dinstanakan.
Struktur Hierarki dalam Upakara Bali
Dalam sebuah ekosistem bebanten atau upakara, para tetua dan sastra agama membaginya ke dalam tiga kelompok fungsional yang saling melengkapi:
Kelompok Banten Pengharapan: Di sinilah posisi strategis Sesayut dan Tatebasan sebagai sarana permohonan spesifik.
Kelompok Banten Pangresikan (Pabresihan/Penyucian): Kelompok ini berfungsi untuk menyucikan sarana dan prasarana serta diri manusia. Terdiri dari Banten Bayakaon, Durmangala, Prayascitta, Pengulapan, Lis Bale Gadhing, Banten Padudusan, hingga Banten Dyuskamaligi.
Kelompok Banten Ayaban (Persembahan): Merupakan wujud syukur yang bertingkat-tingkat, mulai dari Ayaban Tumpeng Lima, Pitu (tujuh), Sya (sembilan), Solas (sebelas), hingga Telulikur (dua puluh tiga). Termasuk juga Ayaban Maulu Pregembal dan Bebangkit.
Jenis-Jenis Sesayut (Tatebasan)
Berikut adalah rincian mendalam mengenai jenis-jenis tetandingan Sesayut yang memiliki karakteristik dan peruntukan yang sangat spesifik:
- SESAYUT PUJA KERTI Banten ini dihaturkan kepada Ida Bhatara Iswara. Beralaskan dulang yang disusun aled sesayut, di atasnya berisi nasi isehan dan lauk ayam putih mulus panggang. Ditancapkan bunga tunjung dan 3 kawangen (2 di bagian sayap, 1 di ekor). Dilengkapi jajan raka-raka sarwa galahan, sedah woh, penyeneng alit (tahenan), pras alit, sampyan Nagasari, dan canang pahyasan. Jika dalam konsep nyatur, posisinya di Kangin (Timur).
- SESAYUT TIRTHA MERTHA SARI Dipersembahkan kepada Ida Bhatara Mahadewa di posisi Kawuh (Barat). Menggunakan tumpeng 1 yang ditancapi sarwa sekar (aneka bunga), 3 kawangen, lauk telur rebus 1, tulung 2, serta sesanganan sarwa galahan. Dilengkapi penyeneng alit, pras alit, sampyan Nagasari, dan canang pahyasan.
- SESAYUT CANDRA AGNI MURUB Dihaturkan kepada Ida Bhatara Brahma di posisi Kelod (Selatan). Beralaskan kain merah, beras merah 2 kulak, base tampelan, plawa bang, dan belerang merah (warirang bang). Di atasnya terdapat tumpeng merah 1 yang puncaknya berisi kulit telur ayam dengan minyak dan sumbu (damar). Tumpeng ditancapi 4 bunga pucuk merah, dikelilingi benang merah, jajan serba merah, pisang udang, tulung 2, dan lauk ayam wiring/biying panggang.
- SESAYUT RATU AGUNG Untuk Ida Bhatara Wisnu di posisi Kaja (Utara). Berisi tumpeng 3 bungkul, di mana salah satunya berisi telur bebek matang di puncak. Ditancapkan bunga cempaka secara nyatur dan bunga-bunga melingkar di bawah tumpeng. Dilengkapi 2 kawangen di sisi tumpeng, tulung 2, penyeneng alit, pras alit, sampyan Nagasari, dan canang pahyasan.
- SESAYUT SIDDHA KARYA Untuk Ida Bhatara Mahesora di Kelod Kangin (Tenggara). Menggunakan nasi segi empat (merepat) dengan tumpeng putih 1 di atasnya. Dilengkapi 4 kawangen dan 4 bunga cempaka putih di setiap sudut, lauk bawang putih, kelapa 1 bungkul, serta raka-raka lengkap.
- SESAYUT SIDDHA MALUNGGUH Dipersembahkan kepada Ida Bhatara Ludra di Kelod Kawuh (Barat Daya). Berisi nasi bulat yang di atasnya terdapat cawan berisi nasi punjungan. Puncak nasi ditancapi bunga pucuk merah 1, sisi nasi diisi nasi pancung 4 dan 4 kawangen nyatur. Dilengkapi tulung 3 dan perlengkapan lainnya.
- SESAYUT CANDI KUSUMA Untuk Ida Bhatara Sangkara di Kaja Kawuh (Barat Laut). Menggunakan tumpeng besar 1 dengan bunga tunjung di puncak. Di bawah tumpeng terdapat bunga gumitir membentuk sudut tiga yang diselipi 3 kawangen. Dilengkapi tulung 2 dan raka-raka.
- SESAYUT TILIK JATI Untuk Ida Bhatara Sambhu di Kaja Kangin (Timur Laut). Berisi tumpeng besar 1 dengan kepala ayam (tengek ayam) di puncaknya, serta 2 tumpeng kecil yang masing-masing ditancapi bunga cempaka. Bagian bawah dilingkari bunga ratna dan 2 kawangen.
- SESAYUT DHARMA WIKU Dihaturkan kepada Ida Bhatara Siwa di posisi Tengah (Madhya). Menggunakan 3 gumpal nasi (pulung) yang berdiri, di atasnya ditutup telur dadar segi empat. Puncak nasi ditancapi bunga putih, lauk telur bekasem, tulung 2, dan sedah woh.
- SESAYUT DHARMA WIKU CATUR Berisi penek agung 1 dan penek tapak 4 beralaskan beras putih. Dilengkapi uang 11 kepeng (keteng), kawangen 4, dan bunga kuning 4 tangkai.
- SESAYUT SIWA MURTI Untuk Ida Bhatara Siwa di Madhya. Menggunakan tumpeng agung 1 dan tumpeng alit 2. Tumpeng agung ditancapi bunga catur warna melingkar, ditambah tumpeng catur warna 1 yang di puncaknya berisi cawan dengan air baru dan bunga tunjung 1. Berisi nasi bulat 1 dengan nasi pulungan di tengah beralaskan cawan, kawangen 5, lauk ayam putih panggang, dan uang 225.
- SESAYUT PRAYASCITTA KAWI Biasanya berada di banten pamereman atau piodalan. Berisi tumpeng besar 1 dan tumpeng kecil 2. Tumpeng besar berisi 3 kawangen dan 3 pasang tali tebusan (benang putih, benang suddhamala, dan benang tridhatu).
- SESAYUT IDER BHUWANA Untuk Ida Bhatari Prethiwi di posisi bawah atau tengah. Berisi nasi segi empat dengan bunga melingkar dan 4 kawangen di sudut-sudutnya. Di tengah terdapat tulung matangga 1, lauk seadanya, dan tulung 2.
- SESAYUT MERTHA SARI LEWIH Berisi penek kuning 5 dan penek putih 5 yang ditancapi bunga putih 5 tangkai. Dilengkapi beras wija dan air cendana masing-masing satu takir.
- SESAYUT AGUNG Ditempatkan di Kaler (Utara). Berisi tumpeng agung dengan telur bebek matang di pucuknya. Dilengkapi 4 kawangen, 4 bunga hitam (ireng), dan kojong rangkadan berisi rerasmen.
- SESAYUT MUNGGAH TAPA Berisi tumpeng besar 1 dengan satu bunga putih di puncak dan bunga putih melingkar di badan tumpeng. Lauknya telur ayam 1 dan tulung 2.
- SESAYUT GIRI KUSUMA Berisi bunga 11 warna di bawah tumpeng besar 1. Puncak tumpeng ditancapi bunga harum, sedangkan di tengah ditancapi 11 bilah taji (dilakukan tanpa bicara/mamona). Dilengkapi 11 kawangen, 4 ceper sedah woh, 4 ceper tubungan, 11 tulung, dan daksina 1 dengan uang 1.100.
- SESAYUT SYAMANI LOKA Untuk Ida Bhatara Gana di posisi atas. Terdiri dari 1 tumpeng agung dikelilingi 4 tumpeng kecil. Puncak tumpeng besar berisi damar dari kulit telur bebek.
- TATEBASAN DURGHA DEWI Untuk di Pura Dalem. Menggunakan tumpeng 1 sepanjang satu sikut (sa-astha), makarowistha, kalpika, 1 kawangen, dan lauk ayam putih panggang.
- SESAYUT BRAHMA STAWA DEWA Untuk Pura Prajapati. Berisi tumpeng 1 yang ditancapi 11 pucuk kayu mas dan lauk udang.
- TATEBASAN SARI WREDDHI Untuk Pura Bale Agung. Tumpeng agung 1 dengan empat warna (hitam di bawah, merah di atasnya, lalu putih, dan kuning di puncak). Berisi 4 ketipat sari dan lauk ayam brumbun panggang.
- TATEBASAN BAGIA SETATA SARI Untuk Ida Bhatara Sedana. Menggunakan nasi penek agung 1 beralaskan daun kayu sugih melingkar, dilengkapi 6 ketipat bagia dan 6 ketipat sari.
- SESAYUT GURU Untuk Ida Bhatara Hyang Guru. Alas wastra putih dengan beras, base tampelan, uang 11 kepeng. Berisi tumpeng besar 1 dengan telur bebek matang di puncak, tulung urip 2, dan lauk ayam putih mulus panggang.
- TATEBASAN PAMAHAYU SOT Diletakkan di Sanggar Kamulan. Alas beras seperempat, benang satu tukel, uang 225. Berisi nasi maklongkong 1 yang di atasnya berisi tulung urip 1 dengan lauk telur bekasem. Dilengkapi 11 kawangen dan air baru dalam sangku.
- SESAYUT ARDHANARESWARI Untuk di Surya atau Padmasana. Berisi tumpeng putih dan kuning masing-masing satu. Tulung matangga 2 berisi nasi putih dan kuning, 2 kawangen, sirih silih asih, dan air baru satu takir.
- SESAYUT/TATEBASAN KUSUMA DEWA Berisi 7 bungkul tumpeng kuning, masing-masing beralaskan ceper dengan takir bunga kuning dan 1 kawangen. Lauknya menggunakan telur.
- SESAYUT ADNYAWATI Menggunakan 11 bungkul tumpeng beralaskan bunga ura. Setiap tumpeng ditancapi sumbu linting dan uang bolong satu. Lauknya itik guling.
- TATEBASAN DIRGHAYUSA BHUMI Berisi nasi penek agung 1 dengan lauk lengkap: ayam panggang, telur dadar, kepiting (gerang kepiting), balung katupang, dan calon pawinda. Alasnya beras satu kulak dan benang tridhatu.
- SESAYUT PABRESIHAN Berisi nasi punjungan agung 1, satu takir garam, lauk telur dadar, 5 tangkai bunga putih, dan 1 kawangen.
- SESAYUT TRI GANGGA Untuk Ida Bhatari Gangga atau saat Melasti. Berisi 3 tumpeng hitam dengan lauk ayam hitam panggang dan 3 kawangen.
- SESAYUT PANGASTI DEWA Alas busung dan kain putih, berisi 2 tumpeng, beras, uang 225, benang satu tukel, tulung urip 2, dan lauk bunga pudak.
- SESAYUT PANGENTEG LINGGIH Alas kain putih, beras satu kulak, benang satu tukel, uang 225. Berisi 5 bungkul tumpeng yang masing-masing ditancapi satu orthi alit dan kawangen. Dilengkapi tulung urip 5, tipat kedis 5, dan lauk ayam putih panggang.
- SESAYUT MERTHA DEWA Berisi penek agung 1, satu takir beras, 1 kawangen, dan lauk seadanya.
- TATEBASAN KUKUS HARUM Berisi jajan kukus putih dan hitam, nasi masisir, carawir, asap menyan, dan minyak di sisi nasi.
- SESAYUT MERTHA UTTAMA Alas beras kuning, berisi nasi penek 1. Dipersembahkan kepada Bhatara Sri atau saat negtegan.
- SESAYUT SARI UTTAMA Untuk upacara negtegan karya. Penek besar 1 yang puncaknya ditancapi bawang putih, pucuk cemara, padang kasna, dan tunjung. Bagian bawah ditancapi bunga berwarna dan lauk ayam panggang.
- SESAYUT LANGGENG AMUKTI SAKTI Berisi penek agung 1 dengan 5 kalpika dan pucuk daun dapdap. Lauk seadanya.
- TATEBASAN PRAYASCITTA SARI Untuk pecaruan atau melasti. Tumpeng putih puncak kuning sepanjang satu sikut, penek kuning 4, alas nasi empat warna. Lauk itik putih guling. Tumpeng ditancapi bunga tunjung putih, penek ditancapi bunga nagasari. Dilengkapi 5 ketipat sari, 5 tulung urip, kelapa gading (kalungah), dan benang putih-kuning. Seluruh bahan dari busung kelapa gading.
- SESAYUT PRAYASCITTA BHUMI Untuk karya agung. Berisi 9 tumpeng sembilan warna, ketipat siddha purna, pandawa, sari, tulung urip, dan sangkur. Raka-raka serba lima, lauk itik putih guling. Tumpeng tengah ditancapi orthi, bunga sembilan warna, 9 kawangen, bunga tunjung tiga warna, daksina 1 dengan uang 400. Seluruhnya dari busung kelapa gading.
- TATEBASAN PARAYASCITTA ASIH Berisi nasi popolan, lauk ayam pecel, ketipat kukur, dan kacang komak satu takir.
- TATEBASAN MERTHA RAWUH SAHI Untuk Sang Hyang Amertha atau dagangan. Berisi 5 nasi penek dengan 5 takir bija ratus dan 5 kawangen.
- TATEBASAN SARI RAWUH SAHI Untuk Sang Kala Goncang (dagangan). Berisi tumpeng brumbun 1 dan lauk ayam brumbun panggang.
- SESAYUT GURU PIDUHKA Berisi beras satu kulak, tumpeng besar dengan puncak telur bebek matang. Lauk itik putih guling. Dilengkapi benang satu tukel, uang 225, tulung agung 1, 3 kawangen, dan 1 ketipat siddhapurna.
- TATEBASAN BENDU PIDUHKA Berisi tumpeng 1, lauk rerasmen, telur, tulung 1, dan jajan bendu.
- TATEBASAN MERTHA TEKA SAHI Untuk Bhatari Sri atau di lumbung. Berisi tumpeng 1, 1 kawangen, dan satu takir minyak cendana.
- TATEBASAN RATU KASELIR Berisi 2 tumpeng besar, 9 tumpeng kecil, kacang komak 9 jenis, 9 calon, 9 telur, beras satu catu, uang 225, 27 kojong tundak, dan 2 ancek suddhamala.
- SESAYUT DURMIKI Berisi tumpeng 1, 1 kawangen, 1 ketipat siddha hayu, 1 tulung urip, 1 tulung sangkur, kelapa gading, lis, dan lauk ayam panggang berbagai warna bulu.
- SESAYUT PRABHU WIBHUH Berisi tumpeng 1, beras 2 catu, dan lauk aneka sate (jatah asem, lembat, kablet, dll) masing-masing 5 bilah ditancapkan melingkar.
- TATEBASAN PANGULENG DEWA Untuk menyucikan Pemangku. Alas beras satu kulak, kelapa 1, telur 1, bija ratus, benang satu tukel, uang 225. Di atasnya berisi sangku air baru dengan lis senjata sembilan arah.
- SESAYUT PULAWA BAYA Untuk yang hanyut di laut. Berisi 9 kepal nasi, 9 ketipat kedis, 9 tulung, dan 9 bunga tunjung.
- TATEBASAN PANGENTEG LINGGIH (PARAHYANGAN) Nasi bulat yang di atasnya berisi penek tiga warna ditancapi bunga tiga warna (masing-masing 5 tangkai) dan 5 orthi. Dilengkapi tulung agung 1, tulung sangkur 2, ketipat sesayut 1, ketipat siddhapurna 1, dan cakra 1.
- SESAYUT PURNAMA SADA Berisi 2 tumpeng yang dibungkus janur, alas daun miana hitam, 2 kawangen dengan uang masing-masing 11 kepeng, dan benang putih.
- SESAYUT PANCA RENGGA Alas dulang marajah cakra. Menggunakan busung kelapa bulan dan kelapa gading. Berisi 5 tumpeng putih, lauk ayam putih panggang, 5 kawangen, dan pisang kembang.
- SESAYUT TADAH KALA Untuk menolak penyakit (kageringan). Berisi nasi punjungan dari satu kulak beras, ditancapi bunga tunjung tiga warna. Lauk itik hitam guling, 5 tulung urip, 5 ketipat bagia, 5 ketipat siddhapurna, kelapa gading, daksina 1, dan uang 800.
- SESAYUT KENENG UPAYA Berisi 3 kepal nasi, 3 ketipat siddha hayu, 3 bilah sate, 3 balung katupang, dan 3 takir kacang komak.
- SESAYUT PANCA RSI Alas beras empat warna, berisi tumpeng lima warna (putih lauk telur putih, merah lauk udang, kuning lauk telur kuning, hitam lauk siput/kakul, brumbun lauk sradu). Dilengkapi air suci dalam periuk pere dan 5 sampyan nagasari.
- SESAYUT SAPTA RSI Tumpeng besar tujuh warna (putih, merah, kuning, hitam, kuranta, jinga, biru) setinggi satu sapa-musti. Lauk itik betutu, 5 ketipat pandawa, 5 sari, 5 siddha purna, 5 siddha karya. Berisi uang 7.777 dan air suci dari laut serta danau.
- SESAYUT DURMITA Untuk Bhatara Surya. Alas daun pandan dan klakat suddhamala. Berisi nasi penek satu, satu buah lis, kelapa gading, 2 cawan berisi tuak dan arak.
- SESAYUT PASUPATI Untuk Ida Sang Hyang Pasupati. Alas kain merah, beras merah 2 kulak, 9 base tampelan, tumpeng merah 1 dengan lampu minyak di pucuknya. Dilingkari bunga pucuk merah, jajan serba merah 9 jenis, 9 kawangen, dan lauk ayam wiring panggang.

