swipe up
[modern_search_box]

Pra Nikah atau Pranikah? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI dan Kaidah Bahasa Indonesia

 Pra Nikah atau Pranikah? Ini Penulisan yang Benar Menurut KBBI dan Kaidah Bahasa Indonesia

pra nikah atau pranikah?/ kabarportal

DENPASAR, KABARPORTAL.COM - Dalam penulisan bahasa Indonesia, ketepatan ejaan dan bentuk kata memegang peran penting agar makna dapat tersampaikan secara jelas dan tepat. Namun, masih banyak kesalahan penulisan yang kerap dianggap sepele, salah satunya saat menulis kata seperti pra nikah atau anti sosial.

Sekilas terlihat benar, padahal menurut Kaidah Bahasa Indonesia, penulisan tersebut keliru. Kesalahan kecil ini sering luput dari perhatian dan cukup sering muncul dalam tulisan sehari-hari, baik di media sosial, artikel, maupun dokumen resmi.

Oleh karena itu, pemahaman terhadap bentuk terikat dalam bahasa Indonesia menjadi penting agar tulisan tidak hanya enak dibaca, tetapi juga sesuai dengan aturan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).

Pengertian Bentuk Terikat

Bentuk terikat adalah unsur bahasa yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus digabungkan dengan kata lain untuk membentuk makna yang utuh. Berbeda dengan kata bebas, bentuk terikat tidak memiliki makna jika ditulis terpisah. Oleh sebab itu, dalam penulisannya, bentuk terikat harus selalu melekat pada kata yang mengikutinya.

promo pembuatan website bulan ini

Beberapa bentuk terikat yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia antara lain:



  • pra-
  • dwi-
  • non-
  • anti-
  • pro-
  • pasca-
  • multi-
  • inter-
  • sub-

Aturan Penulisan Bentuk Terikat

Menurut kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), apabila bentuk terikat digabungkan dengan bentuk bebas (kata yang dapat berdiri sendiri), maka penulisannya harus serangkai, bukan dipisah. Artinya, tidak boleh ada spasi antara bentuk terikat dan kata dasar yang mengikutinya.

Kesalahan penulisan sering terjadi karena pengaruh kebiasaan lisan atau penulisan informal. Padahal, dalam tulisan baku, terutama untuk keperluan akademik dan profesional, aturan ini wajib diperhatikan.

Contoh Penulisan Salah dan Benar

Berikut beberapa contoh penulisan bentuk terikat yang sering keliru beserta perbaikannya:



 pra nikah →  pranikah

 dwi bahasa →  dwibahasa

 non aktif →  nonaktif

 anti sosial →  antisosial

 pro rakyat →  prorakyat

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa bentuk terikat harus ditulis menyatu dengan kata dasarnya agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

1 dari 2 halaman

Tim Kabarportal

Baca Juga: