Kajeng Kliwon, Hari Keramat Bagi Umat Hindu, Berikut Penjelasannya

 Kajeng Kliwon, Hari Keramat Bagi Umat Hindu, Berikut Penjelasannya

Banten

Digiqole Ad

Berikut ini adalah penjelasan tentang Kajeng Kliwon yang datangnya setiap 15 hari sekali. Selain Purnama dan Tilem, umat Hindu juga mengenal yang namanya kajeng kliwon.

Kajeng kliwon ini terjadi setiap 15 hari perhitungan kalender. Pada pelaksanaan kajeng kliwon dilakukan pemujaan kepada Dewa Siwa dan kajeng kliwon ini masuk kedalam upacara Dewa Yadnya.

Baca Juga:  Dewi Pradewi yang Memaksakan Diri?

Pada kajeng kliwon juga dikenal sebagai hari yang digunakan untuk berbuat ugig oleh mereka yang menekuni ilmu pengleakan di Bali. Di Bali Pangeleakan atau Penestian dihidupkan pada waktu rahina Kajeng Kliwon.

Banten segehan/blabaran adalah salah satu sarana untuk menetralisir kekuatan negatif. Kajeng kliwon jatuh pada perhitungan Tri Wara yakni Kajeng kemudian Panca Wara yakni Kliwon.

Baca Juga:  Pernah Mencoba Makan Steak Pakai Nasi? Coba ke Tempat Ini

Sehingga pertemuan antara Kajeng dengan Kliwon diyakini sebagai saat energy alam semesta yang memiliki unsur dualitas bertemu satu sama lain.

Energy dalam alam semesta yang ada di Bhuwana Agung semuanya terealisasi dalam Bhuwana Alit atau tubuh manusia itu sendiri.

Baca Juga:  Pengertian Tentang Buda Cemeng Warigadean Lengkap dengan Banten

Kajeng Kliwon yang datangnya setiap 15 hari sekali terbagi menjadi 3 jenis yaitu :

Kajeng Kliwon Uwudan
Kajeng Kliwon Enyitan
Kajeng Kliwon Pamelastali (Watugunung Runtuh, yang datang setiap 6 bulan sekali)
Itulah makna dan pengertian dari Rahina Kajeng Kliwon.

Digiqole Ad

Related post

error: Content is protected !!